AWITOTO AWITOTO RAJABANDOT RAJABANDOT

Minggu, 08 Maret 2026

Cerita Sex Hilangnya Sebuah Setatus Perawan

    

 Hilangnya Suatu Perawan



Cerita Sex Hilangnya Suatu Setatus Perawan, Aku seseorang mahasiswa di sesuatu universitas swasta yang lumayan populer di Bandung. Sesuatu hari menjelang tes akhir semester, aku diajak oleh adik kelasku buat belajar bersama. Saya menerima saja, sebab dari dahulu sejak dia masuk ke jurusanku, saya memanglah telah mau jadi pacarnya.


Perawakannya lumayan menawan, dengan badan yang ramping terpelihara, serta pastinya kulit yang putih sebab dia generasi Tiongkok. Laura namanya. Begitu Laura mengajakku, pasti saja kujawab,“ Ingin..”“ Jam berapa?” tanyaku.“ Jam 3 sore, di rumahku, jangan terlambat soalnya nanti tidak berakhir belajarnya”, jawabnya. Wah, peluang nih, pikirku. Setahuku, dia tinggal berdua saja dengan pembantunya sebab bapak serta ibunya yang padat jadwal mencari


Kembali kuliah, saya langsung bergegas kembali, sebab kulihat telah jam 14: 30 Wib. Dengan kilat kumasukkan novel yang sekiranya hendak dipakai ke dalam tas, sebab khawatir terlambat. Sesampainya di rumah Laura, saya angsung menekan bel yang terdapat di gerbang depan


rumahnya, rumahnya tidak sangat besar, tetapi lumayan aman kelihatannya. Pernah saya bertanya, kok rumahnya hening banget. Jika begitu berarti bonyoknya lagi pada berangkat, jawabku dalam hati.


Tidak lama sehabis itu, Laura keluar membukakan pintu. Saya lumayan kaget dengan penampilannya yang menarik, kali ini ia mengenakan kaos yang lumayan ketat serta celana pendek


ketat. Ia tersenyum lebar padaku, sembari mempersilakan saya masuk. Kala masuk, saya merasakan rumahnya betul- betul hening.“ Langsung saja kita ke ruang tengah, ayo!” ajaknya.


Sesampainya di ruang tengah, saya langsung duduk di karpet sebab tidak terdapat kursi. Ruang tengahnya didesain ala Jepang dengan meja Jepang yang pendek yang diiringi rak majalah di bawahnya.


“ Tunggu yah, saya ingin mandi dahulu”, katanya,“ Habis keringatan abis senam nih!” Nyatanya saya baru ketahui jika tubuhnya bagus sebab dia kerap senam.“ Kalian mulai aja dahulu, nanti terangin ke saya yah”, katanya.“ Kalo ingin minum, ambil aja sendiri, soalnya pembantuku lagi sakit, ia lagi berbaring di kamarnya.”


Langsung mencuat benak kotorku.“ Udah tanggung nih”, pikirku. Batang kemaluanku betul- betul telah bedenyut- denyut semenjak tadi. Langsung saja kubuka pakaian mandinya, serta kukulum serta kuhisap buah dadanya. Ia menerima saja, malah merasa keenakan, perihal ini nampak dari ekspresi mukanya. Putingnya jadi membeku serta tidak lama setelah itu, ia mendesah,“ Aakh…” dikala kupegang liang kewanitaannya yang mulai basah.


Saya terus menjadi terangsang, batang kemaluanku betul- betul sakit rasanya.“ Sayang, boleh kan jika saya menjilati lubang keramatmu?” Ia mengangguk ciri sepakat. Langsung


saja kujilati liang kewanitaannya paling utama wilayah klitorisnya. Cukup lama saya menjilatinya hingga saya merasa mulutku kering sekali. Kesimpulannya ia mendesah panjang,“ Aakhhh… saya ingin keluar James…” Nampak cairan putih keluar dari liang senggamanya, baunya amat memicu serta rasanya jauh lebih memicu lagi.


“ James, maen beneran ayo?” ajaknya.“ Wah, edan pula nih wanita”, pikirku. Sebab batang kemaluanku telah sakitnya bukan main, langsung saja saya iyakan. Kemudian kubuka seluruh pakaian serta celanaku. Kubaringkan ia di lantai berkarpet, serta kulipat kakinya, kunaikkan ke bahuku, serta mulai kumasukkan batang kemaluanku yang telah tegak itu. Kecil sekali, nyaris tidak dapat jalur. Kutekan lebih keras. Ia menjerit kesakitan,“ Stop James, sakit tau.” Saya tidak menghiraukannya serta terus memencet batang kemaluanku hingga rasanya kepala batang kemaluanku menabrak suatu. Kemudian saya mulai memaju- mundurkan badanku ke depan serta ke balik.


Laura mulai merasa lezat, ia telah tidak menjerit lagi.


“ Tuh lezat kan”, kataku.


“ Iyah”, jawabnya,“ Bener! lezat sekali.. lebih cepet dong James.”


Kupercepat permainanku, serta ia mendesah,“ Ah.. ah..


ah..” sebab merasa nikmat. Lama pula saya mengocoknya.


Tidak lama setelah itu,“ James.. saya ingin keluar lagi.”


“ Sama”, balasku.


“ Sedikit lagi, James… Aakkhhh… lezat sekali James”,


bertepatan dengan itu, saya juga keluar serta kukeluarkan


segala spermaku di dalam liang kewanitaannya.


Batangkemaluanku terasa hangat serta nikmat bercampur jadi satu. Kutarik batang kemaluanku keluar serta kulihat tetesandarah di karpet. Saya pernah kaget, berarti ia masihperawan. Saya pernah merasa bahagia banget waktu itu.


Laura bangun serta ia kaget dikala memandang batang kemaluanku yang lumayan besar, panjang 15, 5 centimeter diameter 3, 5 centimeter. Langsung ia kulum batang kemaluanku, yang telah ingin tidur lagi. Begitu dikulum, batang kemaluanku berdiri lagi sebab enaknya. Ia mainkan lidahnya di kepala batang kemaluanku serta menjilat segala bagian batang kemaluanku hingga masuk seluruh, hingga kesimpulannya saya merasa terdapat dorongan yang kokoh pada batang kemaluanku


serta,“ Creeet.. creeet.. creet..” spermaku keluar, ia hirup serta sebagian muncrat ke mukanya.“ Hmmm.. lezat sekali James”, nampak ekspresi mukanya yang bahagia.


Saya betul- betul lemas tetapi sebab permainannya yang begitu hebat, saya hingga kurang ingat. Ia teruskan hingga spermaku keluar, hanya sedikit kali ini, tidak semacam lebih dahulu.“ James dikit lagi pula saya keluar”, bisiknya tertahan sembari menaik- turunkan badannya di atas


badanku. Kesimpulannya ia keluar pula. Batang kemaluanku terasa pegal sekali, badanku betul- betul lemas. Ia pula nampak lemas sekali. Kami tertidur lelap hingga pagi di kasurnya sembari berpelukan dengan tidak berpakaian sebab baju kami tertinggal di ruang tengah serta malas mengambilnya sebab telah letih.


Esok paginya, kami bangun bersama, mandi bersama, makan pagi serta berangkat ke kampus bersama. Sejak itu kamipun kerap belajar bersama, meski ujung- ujungnya


berakhir di kasur airnya yang empuk. Tetapi saya tidak sering menginap, sebab khawatir orang tuaku curiga, ini hanya rahasia kita berdua.


Sabtu, 07 Maret 2026

Cersex Wanita Cantik Yang Berselingkuh Dengan Teman Suami

   


 


Bunda Rina, Sahabat Baik Istriku Yang Menggairahkan

Pagi itu semacam umumnya awan berarak apik diatas langit yang terang. Matahari bukanlah terik benar. Waktu baru membuktikan jam 10 pagi. Sabtu itu saya baru saja berakhir berjumpa client buat urusan bisnisku yang terus menjadi tumbuh. Masih dengan berpakaian necis dengan setelan kemeja lengan pendek serta celana bahan sembari mencermati lagu lagu dari strereo set mobilku saya lama- lama merambah lingkungan perumahan tempat tinggalku. filmbokepjepang. com


Nampak didepan sudah ramai ayah ayah serta anak anak muda yang padat jadwal bekerja bakti di depan jalanan lingkungan rumahku. Salah seseorang dari mereka yang pula berprofesi selaku ayah RT di lingkunganku menyapaku dengan lantang sampai bisa terdengar oleh yang lain. gagah banget pak Adi, baru kembali nih?. Ko libur– libur ini apik pak?”. 


“ Gak Pak Erte, abis ketemuan sama Client Pak. Waduh jadi telat deh aku nih ikutan kerja baktinya.” saya mengatakan sembari turun dari mobil yang kuparkir pas disamping lahan kosong sampai tidak mengusik kegiatan kerja bakti tersebut. Sepatu sudah kutanggalkan serta kuletakan di dasar bangku depan, celana panjang ku angkat sampai menggapai lututku. iringi dengan tatapan nyaris seluruh orang yang tengah bekerja bakti mensterilkan saluran– saluran air yang mengelililngi lingkungan perumahanku. filmbokepjepang. com


“ Gak ubah dahulu pak Adi?. Sayang kan pakaian keren– keren gitu jadi kena lumpur”. Pak erte bertanya dengan suara yang kurang jelas disebabkan di mulutnya terselipi sebatang rokok kretek kegemarannya.


“ Tanggung Pak, nanti pula dicuci”. 

Diselingi dengan canda serta tawa baik yang tua ataupun yang muda. Hhhmmm…. Sangat rasa gotong royong yang jadi semboyan para leluhur bisa mempererat ikatan sosial antar penunggu perumahan ini.


“ Eh, Mas Ady. Memohon Pin BB nya dong. Kan kita dapat BBM an…”. Bunda Rina mengatakan sembari mencuil lenganku. Uuuhhhhh…. Setan– setan mulai menari di kepalaku, seakan memperoleh durian runtuh, saya lekas membagikan Pin BB ku kepadanya serta ia juga langsung memasukan saya di kontak BB nya. filmbokepjepang. com


Tidak banyak yang terjalin dikala itu, terlebih anak– anak ku masih kerap mondar– mandir di hadapan kami. 


Memanglah kecanggihan teknologi terus menjadi memudahkan setan menggoda manusia. Dengan sarana BBM yang ada di BB, kami juga mulai kerap berbicara lewat pesan BBM. Awal mulanya cuma bersenda gurau biasa. Saya juga berupaya buat melindungi citraku dimatanya. Terlebih ia merupakan sahabat baik istriku sehingga saya wajib lebih berhati– hati menuliskan pesan– pesan melalui bbm itu. Entah mengapa ia terkadang menggodaku melalui pesan– pesan yang ia kirimkan. Selaku lelaki wajar yang mempunyai hasrat intim yang besar, saya juga dengan bahagia hati menanggapinya serta pasti saja perihal ini tanpa sepengetahuan istriku. Terlebih itu merupakan permintaanya buat merahasiakan obrolan kami lewat pesan– pesan di BBM tersebut.


Terus menjadi lama pembicaraan kami terus menjadi menjurus kepada suatu perselingkuhan. Ia sudah memintaku buat memanggilnya dengan namanya saja tanpa embel– embel“ Bunda” semacam yang sepanjang ini saya jalani. Mulai lah cerita– cerita tentang seks dikirimkan olehnya, apalagi ia sempat menanyakan seberapa besar dimensi kejantananku sebab bagi ia saya merupakan tipikal lelaki yang kokoh dalam berhubungan seks. Itu juga ia tahu dari cerita istriku yang kerap jadi bahan pembicaraan mereka berdua. Saya jadi paham mengapa mereka kerap tertawa sampai terbahak– bahak bila lagi berdua di kamar tidur saya serta istriku.


Siang itu Rina memintaku buat menemuinya di salah satu Mall yang cukup jauh dari tempat tinggal kami. Saya juga menyanggupinya serta mulai bertanya– Tanya terdapat apa gerangan yang buatnya mau berjumpa diluar. Sesungguhnya selaku lelaki yang sudah banyak makan asam garam percintaan, saya sudah merasakan terdapat hasrat yang tersembunyi dari Rina. Terlebih pesan BBM yang dikirimkan teakhir telah hingga kepada sesi mengirimkan gambar– gambar ia tanpa busana walaupun bagian vitalnya masih ditutupi oleh tangannya membuat fantasiku terus menjadi besar. Saya duduk di suatu tempat makan dimana ia memintaku buat menemuinya ditempat tersebut.


Tidak berapa lama Rina datang dengan masih memakai seragam PNS nya serta kerudung dengan warna senada. Pikiranku mulai mengendalikan rencana buat memastikan tempat kami kencan sebab nyaris ditentukan pertemuan ini hendak mengarah kearah situ.


Tanganku tidak tinggal diam. Kedua tanganku mencapai masing– masing payudaranya serta melaksanakan remasan– remasan diiringi cubitan kecil di puting payudaranya. Rina mulai memperbesar suara desahanya dengan iringan suara pertemuan paha depanku serta pantatnya. Terus menjadi kilat goyangannya terus menjadi membumbung besar rasa nikmat itu saya rasakan. Cengkraman vaginanya begitu ketat serta erat seakan hendak melumat habis kemaluanku yang bersarang di dalamnya. Terlintas dalam fikiranku bisa jadi kemaluan suaminya bukanlah sebesar punyaku sehingga Miss V istrinya yang lagi menaiki saya begitu kecil serta menggigit. Ekspresi mukanya dikala ia memacu diatasku sangat memesona, ditunjang dengan struktur mukanya yang menarik serta potongan badannya yang sekal membuat nafsuku terus menjadi memuncak. Terlebih Rina menggoyangkan pinggulnya dengan begitu hebat. Terkadang ia memaju mundurkan pantatnya, terkadang ia bergerak memutar sehingga kejantananku serasa terpelintir di dalam ruang surgawinya. Uuuhhhh… begitu nikmat persetubuhan ini.


Goyangannya terus menjadi kilat dengan irama yang menghentak– hentak, kayaknya ia hendak menggapai puncak kenikmatan dunia tidak lama lagi. Saya mengimbangi dengan kocokan dari dasar sehingga pantatku terangkat– angkat dari kasur Motel yang empuk itu. Datang– datang saja ia menerkam mulutku sembari memasukan lidahnya kedalam rongga mulutku, dengan goyangan pinggul yang terus menjadi kilat serta suara geraman laksana singa betina yang kehabisan anaknya.


Sehabis berbincang– bincang pasca ikatan seksual kami, kamipun bergegas kembali pasti saja dikala mendekati lingkungan kami, ia turun kebih dahulu supaya menjauhi kepergok orang sebelah ataupun orang– orang yang mengidentifikasi kami. Kayaknya percintaan ini hendak bersinambung sebab Rina begitu terkesan dengan pegumulan kami tadi. Hhhmmm… saya menghela nafasku panjang– panjang sembari keningku mengkerut serta terpikirkan olehku.“ Bakalan BBM- an lagi nih. Gaaaassss ppppooooollllll…..”

Jumat, 06 Maret 2026

CERITA SEX SEORANG BIDAN DENGAN PASIEN NYA

    


Saya serta istriku tidak sempat mempunyai apa yang kamu biasa sebut dengan kehidupan seks yang menarik. Dikala kami melaksanakan seks, umumnya cuma dalam posisi yang normal saja. Irama kehidupan seks kami yang boleh kukatakan membosankan seperti itu, saya mulai berfantasi tentang‘ perihal serta orang lain’. Buat bahan fantasiku, saya menyesuikan menyaksikan film porno di malam hari sehabis seluruh orang di rumah tidur.


Yang mengejutkanku, mayoritas film porno itu senantiasa mengaitkan seseorang wanita muda. Dalam umur kepala 3, saya tidak sempat memikirkan perempuan yang lebih muda hingga saya melihat film- film itu. Saya sadar jika nyatanya gadis- gadis muda sangatlah panas.


Perihal lain yang menarik perhaRianku merupakan realitas jika game lesbian sangat terkenal. Saya mulai tertarik dengan wanita muda yang mencumbui Miss V wanita muda yang lain yang lembut, basah, serta umumnya tidak berambut.


Memandang film- film itu buat berfantasi mulai mengganti kehidupanku. Saya memiliki 3 orang anak wanita yang beranjak anak muda. Saya mulai mencermati mereka, kulihat metode mereka berpakaian, metode jalannya, serta seluruh tingkah laku mereka. Mereka jadi obsesiku sendiri! Kuamati lebih detil dikala mereka bangun pagi buat memandang putingnya yang membeku di balik baju tidur mereka. Kunikmati puting mereka yang terayun dikala mereka berjalan- jalan dalam rumah. Saya terus mengamati mereka hingga seluruhnya beranjak jadi seseorang wanita muda yang sempurna.


Yang tertua merupakan Irma. Ia memiliki puting yang sangat besar, branya bisa jadi D- cup ataupun lebih besar. Ia sebetulnya tidak sangat menawan, tetapi lezat ditatap. Saya percaya sahabat cowoknya banyak yang mencermati dadanya. Irma pula mempunya pantat yang kencang serta besar. Tetapi walaupun ia yang sangat tua di antara saudara- saudaranya, ia kerap bertingkah semacam wanita berumur setengah usianya.


Eva yang di tengah, di antara anak- anakku, wujud badannya lah yang terbagus. Bagiku, ia memiliki badan dalam fantasiku. Ia mempunyai badan yang sempurna dengan bra B- cupnya, ataupun C- cup kecil. Rambutnya yang panjang sampai melewati bahunya, serta matanya senantiasa terlihat memesona. Perkaranya ia yang sangat nakal. Senantiasa membuat permasalahan. Ia pula sadar jika ia memiliki badan yang bagus serta senantiasa mengenakan baju yang memperlihatkan perihal itu. Di antara anak- anakku, Eva lah yang jadi bahan fantasi utamaku. Tiap kali saya menyetubuhi istriku, Eva lah yang terdapat dalam benakku!


Cerita ini bermula dengan Irma serta temannya Nindy. Nindy setahun lebih muda, tetapi mereka sangat akrab. Nindy senantiasa menginap di rumah kami paling tidak sekali sebulan. Nindy sangat kurus, dadanya kecil, tetapi sangat manis.


“ Tadi sangat hebat” kata isteriku.


“ Sepatutnya kalian lebih kerap semacam tadi.”


Dikala saya bangun keesokan harinya, isteriku telah tidak terdapat di sampingku. Seketika peristiwa tadi malam kembali terbayang. Kupejamkan mataku menikmatinya serta tanganku bergerak kebawah mulai mengocok penisku yang membeku. Saya nyaris saja memperoleh orgasmeku dikala kudengar..


“ Mengapa Papa tidak membiarkan kami saja yang melaksanakan buat Papa?”


Kubuka mataku lekas serta kaget dikala memandang Irma serta Nindy berdiri di pintu kamarku. Orgasmeku tidak bisa kucegah bersamaan dengan bayangan wajah Nindy yang belepotan dengan cairannya Irma yang melintas di benakku.


“ Ups, terlambat!” kata Irma dikala mereka meninggalkan kamar.


Saya langsung bangkit serta lekas mandi. Saya nyaris berakhir mandi dikala seketika isteriku membuka pintu kamar mandi serta menyelinap masuk.


“ Kanak- kanak telah berangkat. Mari berhura- hura.”


Isteriku berjongkok di depanku serta memasukkan penisku yang masih loyo ke mulutnya. Penisku mulai membengkak dalam mulutnya sebab rangsangan lidahnya yang bergerak liar. Penisku kian membengkak serta kurasakan kepala penisku meluncur masuk ke tenggorokannya. Ia tidak menariknya keluar serta bibirnya terus menjadi ditekankan ke rambut kemaluanku. Kemudian kurasakan ia mulai menelan, gerakan tenggorokannya serasa ombak hangat yang basah pada penisku. Serta perihal ini awal kalinya untuk kami pula. Rasanya sangat dahsyat, suatu yang belum sempat kualami. Isteriku memiliki kemampuan yang dirahasiakan dariku.


Pelan tetapi tentu kutingkatkan tekananku pada vaginanya. Bisa kurasakan bibirnya melebar menyambutku, ke- basahannya mengundangku masuk. Kehangatan vaginanya membungkus kepala penisku dikala saya menyeruak masuk. Saya terus memencet kedalam dengan pelan walaupun saya mau lekas melesakkannya kedalam dengan kilat segala batang penisku. Kesimpulannya bisa kurasakan bilik keperawanannya, batasan kesimpulannya selaku seseorang wanita buat jadi seseorang perempuan seutuhnya. Kupandangi ia pas di mata.


“ Sayang, ini hendak sedikit sakit, tetapi Papa janji sakitnya cuma sebentar saja.” kurasakan kakinya menjepit pinggangku lebih rapat dikala saya merobek pertahanan kesimpulannya. Kesimpulannya jebol pula bilik itu.


“ Aargh! Edan! Sakit, Pa!” katanya dengan mata yang berkaca- kaca. Vaginanya mencengkeram batang penisku, ototnya bereaksi pada penyelinap serta rasa sakit.


“ Tenang sayang, sakitnya hendak lekas lenyap.” serta kuteruskan memencet ke dalam hingga kesimpulannya terbenam seluruh di dalamnya. Saya diam sejenak, membiarkannya buat menyesuaikan diri.


“ Gimana? Udah baikan?” tanyaku. Ia anggukkan kepalanya.


“ Saya cuma merasa penuh, rasanya aneh. Tetapi pula terasa lezat berbarengan.”


Saya mulai menarik dengan pelan, cuma sebagian inchi, serta setelah itu mendorongnya lagi dengan lembut. Saya takut menyakitinya, tetapi dalam waktu yang sama saya tidak mau lekas menembakkan spermaku. Saya mau menikmati rasa vaginanya sepanjang bisa jadi. Kurasa ia mulai bisa menikmatinya, kepalanya mendongak ke atas serta matanya terpejam.


Kupercepat kocokanku, menariknya nyaris keluar serta menekannya masuk kembali dengan pelan, menikmati rasa kecil vaginanya pada penisku. Eva mulai memutar pinggulnya bersamaan hentakanku. Tempo serta nafsu kami terus menjadi bertambah kilat. Kurendahkan tubuhku serta mencium lehernya serta bahunya. Riap gerakan badan kami mengantarku terus menjadi dekat pada batasan akhir.


“ Ya Pa! Ya! Rasanya Eva nyaris hingga!”


“ Papa pula sayang!” . Memencet bertentangan arah dengannya berupaya sedalam bisa jadi dikala kuledakkan mani semprotan demi semprotan kedalam vaginanya. Bisa kurasakan cairan kami bercampur serta meleleh keluar dari vaginanya mengarah ke buah zakarku.


Badan Eva bergetar di bawahku, tangan serta kakinya mendorongku merapat padanya. Pelan kutarik serta kudorong lagi terus menjadi dalam padanya dikala persediaan spermaku kesimpulannya betul- betul kosong. Kutatap matanya kemudian menciumnya.


“ Eva, ini merupakan seks terbaik yang sempat Papa miliki.” saya kurang ingat jika kami tidak sendirian dikamar ini.


“ Saya dengar itu!” kata isteriku.


“ Kita hendak amati apa kita dapat mengganti anggapanmu itu!”


Dengan para gadis- gadis itu dalam kamar ini, saya sadar‘ 

Rabu, 04 Maret 2026

Cerita Seks Terkam Memek Cewek Temen ku Yang Mulus

  


Halo pembaca saya hendak menggambarkan sesuatu cerita yang mengenai pada diriku. Tetapi awal– tama perkenalkan namaku Rando dikala ini saya berusia 17 tahun tinggiku dekat 170 centimeter beratku 58 kilogram saya sangat suka sekali olahraga sehingga disekolah saya lumayan menonjol dalam bidang tersebut. Ayahku seseorang PNS tetapi dia kerapkali turut berbisnis dengan rekannya. Adikku wanita serta ia masih SMP kelas 3 ia berbeda 3 tahun dengan ku, Stefi namanya.


Sebaliknya ibuku namanya Lina ia cuma bunda rumah tangga tetapi dia kerap kali aktif di area sebab ia lulusan akademi besar yang lumayan populer. . Badan ibuku putih ke merah- merahan tingginya sekita 165 centimeter, beratnya dekat 63 kilogram rambutnya lurus, sebab bunda memanglah giat menjaga badannya.


Sebaliknya saya tidak dapat berangkat kemana mana sebab terdapat aktivitas ekskul ku ialah sepakbola yang hendak bersiap mengalami pertandingan antar sekolah. Pada sore hari itu saya usai berlatih sepakbola, saya kembali kerumah saya amati cuma terdapat bibi,” kemana bunda” pikirku,” ah sangat lagi berbaring” balasku pada pemikiranku itu, kemudian saya simpan tasku serta saya berangkat bergegas buat mandi. Ku lepaskan seluruh bajuku yang penuh tanah sebab bermain bola serta ku tutupi celana dalamku dengan handuk.


Penisku masih terbenam didalamnya, kutunggu sebagian dikala serta ku mulai lagi sampai sebagian kali di malam itu bisa jadi lebih dari 5 kali saya orgasme. Sehabis berakhir ke rapihkan seluruh carian yang melakat pada badan ibuku serta seprai, meski masih terdapat sebagian cairan disana saya tidak begitu hirau bila ibuku mengetahuinya hingga hendak ku katakan dengan terus cerah saja.


sepanjang 3 hari kedepan ibuku ku sudah jadi mainan untuk nafsu birahiku.. sampai sesuatu hari saya begitu ceroboh langsung melancarkan aksiku.. kala itu sebab telah percaya saya langsung menindih badan ibuku serta memasukan kemaluanku ke dalam Miss V ibuku selang sebagian dikala ibuku terbangun“ Rando! Astaga…apa yang kalian jalani!?” ceroboh serta bodohnya diriku..” aa.. nan.. Randoo… lagii..”, bunda mendesak tubuhku serta menamparku dengan keras tetapi dikala seperti itu insting dominan pria ku bangkit.


kemudian saya jelaskan kalau saya melaksanakan ini sebab saya sayang serta cinta pada ibuku sendiri, saya juga terangsang memandang ibuku yang begitu menawan kala lagi tidur terbuka belahan dasternya.. tidak terdapat iktikad jahat pada ibuku sendiri. ibuku cuma diam seakan tidak terdapat semangat, bisa jadi bunda begitu syok memandang kelakuan anaknya sendiri yang semacam ini tetapi ku lanjutkan saja aksiku ini semacam biasa. 


Besok harinya ibuku tengah memasak di dapur, ia sangat diam hari ini. kutanya“ bu, bibi kemana?”


“ lagi ke pasar” jawab ibuku dengan dingin


kembali nafsuku berdialog pada otakku memandang benjolan pantat bunda ku yang begitu gempal, kemudian ku datangi ibuku diam- diam serta dari balik ku masukan lengan ku ke dalam celemek bunda serta ku remas buah dada ibuku“ ahh..”


“ Rando kalian ingin apa lagi”


tanpa dibalas olehku langsung ku sedot saja bibir serta lidah ibuku.. awal mulanya menolak tetapi tenaga ku lebih kokoh, cerah saja saya seseorang atlit sepakbola di sekolahku. perlawanan ibuku melunak mengenali saya lebih kokoh. ku perosotkan saja daster bawahnya serta perosotkan pula celana boxer ku, tetapi saya tidak langsung memasukan ke Miss V ibuku.


“ Bu puting bunda membengkak ya..”


“…..” bunda cuma diam menahan rasa gairah serta pula rasa geli dari yang ku mainkan


“ Rando jadi ingat waktu kecil suka sekali menyusu ke bunda, susu ASI bunda sangat lezat buat Rando” dikala yg bertepatan ku hisap wangi dari shampo yang dipakainya


“…hhm.. mm….”


“ Rando ingin menyusu lagi sama ibu…”


“.. apa yang kalian katakan Rando.. aaaaaahhhh…” kala bunda bicara ku tekan buah dadanya dengan keras.


kulanjutkan perkataan tabu itu pada ibuku tetapi ibuku cuma diam saja, 5 menit setelah itu kaki ibuku mengejang dengan kokoh, badannya bergetar” aaaaahhhhhh….” teriak bunda dengan suara mendesah paraunya. bunda hendak orgasme lagi.. ku amati Miss V telah banjir nyatanya.. serta sehabis itu ku hentikan seluruh aksiku, saya melangkah mundur sebagian detik.


“ mengapa bu?”


“…Rando.. kalian..”


“ mengapa bu..”


“…” bunda cuma diam


“ jika bunda ingin bunda wajib mengatakannya! ataupun Rando ngga hendak melaksanakannya” ancamku, ataupun ku perkenankan ibuku termakan oleh gairahnya serta tidak terlampiaskan


Kemudian ku angkat dengan sekuat tenaga badan bunda ku yang begitu gempal, sehingga berat bunda benar– benar bertumpu pada diriku, tetapi kurasakan sensasi yang tiada tara, ku hirup buah dadanya dengan keras, kemudian ku tidurkan ibuku di meja makan, serta ku lanjutkan gerakanku,” aaahhh ahhhh…” kali ini Miss V bunda terus menjadi menyempit bisa jadi bunda telah ingin orgasme tetapi saya juga ingin keluar pula.” buuu…ahh.. Rando ingin keluar buu…”


“ jangan didalam Rando…”


“ tetapi ini lezat sekali buu… Rando mau sekali membagikan mani Rando ke rahim bunda..”


“ jangan Rando kalian telah edan..” sebab jengkel, ku hentakan dengan keras


“ aaaahhhhhh…..” teriak ibuku


“ pokoknya Rando ingin didalam”


“ Rando, dikala ini bunda lagi dalam masa produktif kalian ingin bunda berbadan dua anak kalian”


“ tidak apa apa bu Rando ingin memiliki anak dari bunda, Rando ingin bunda berbadan dua anak Rando” kemudian ku cium perut ibuku dimana letak Rahim


“ ibulah yang membuat Rando serta memiliki Rando dulu, bunda pula yang wajib berbadan dua dari anak yang bunda buat”


“ ahhhh.. ahhh… jangan Rando.. jangann….”


“ bunda tidak ingin..” ibuku berontak buat lepas dari peganganku


“ LINA!! diam kalian!!” kusebut namanya


“ Rando jangan edan kamuu…aaahhh…..”


kemudian ku tekan keras keras kedalam rahim ibuku sampai mentok, kukeluarkan seluruh spermaku di dalam rahim tempat bunda membuatku dahulu, badan bunda serta saya mengejang bertepatan” aaaahhhhhh…” teriak ibuku.. kemaluanku senantiasa kubenamkan didalam Miss V bunda. ku cium kembali mulutnya.


Selasa, 03 Maret 2026

CERITA MESUM ANAK REMAJA SEKOLAHAN

   


Mandi Bugil Bersama Sahabat Jembut Lebat

Perkenalkan Nama aku Heru, usia aku dikala ini 29 tahun. Aku telah menikah serta memiliki satu orang anak. Istri aku pula seumuran denganku namanya Lisa. Anak aku baru usia 3 tahun, serta ia baru masuk Playgroup. Nah, di sekolahan anak aku inilah, isteri aku tahu sama nyokapnya sahabat anak aku. Namanya Nita. Sesungguhnya sang Nita ini orangnya tidak cakep- cakep amat, yah, lumayan- lah. Bagi aku sih, mendingan isteri aku.


Makanya, sewaktu kenalan sama sang Nita ini, aku sama sekali tidak terdapat benak yang macam- macam. Hingga lama- kelamaan isteri aku mulai akrab sama sang Nita. Mereka kerap berangkat bersama. Nah, sesuatu hari, sang Nita telpon isteri aku buat ngasih ketahui kalau ia sekeluarga lagi bisa voucher menginap satu malam di suatu Hotel bintang 5 di Jakarta. Ia suruh isteri aku tiba buat berupaya fasilitas- fasilitas yang disediakan hotel tersebut. Nah, sebab terdapat kesempetan buat berenang, fitness serta lain- lain free, hingga aku berdua tidak menyia- nyiakan peluang ini. filmbokepjepang. com


Siangnya aku berdua nyusul ke hotel tersebut. Sesampainya di situ, aku berdua langsung mengarah ke kolam renang, sebab sang Nita telah janjian nunggu disana. benar aja, begitu ngeliat aku berdua tiba, sang Nita langsung manggil- manggil sembari melambaikan tangannya.


“ Hai Lis, Her..”


“ Hai Nit.. Mana suami sama anak kalian?” tanya isteri aku.


“ Biasa, dua- duanya lagi tidur siang tuh..” kata sang Nita.


“ Kalian berdua aja.. Mana anak kalian?”


“ Ya telah, saat ini gimana, kalian berdua ingin berenang tidak? Ataupun ingin Fitness aja?”


“ Langsung Fitness aja deh, Nit” filmbokepjepang. com


“ Mengapa Her.. Jangan bengong gitu dong, saat ini kalian yang musti buka handuk tuh,” kata isteri aku lagi.


Busyet.. Masa aku disuruh bugil di depan sang Nita sih? Tetapi sebab khawatir kalau- kalau nanti isteri aku berganti benak, langsung aja deh aku lepas handuk aku. Bersamaan dengan gerakan aku ngelepas handuk, aku amati sang Nita langsung membuang muka jengah.


“ Lho, mengapa Nit.. tidak apa- apa kok.. Tadi sang Heru pula ngeliatin body kalian, hingga terangsang tuh.. Amati deh,” kata isteri aku lagi sembari memandang burung aku. Kesimpulannya sang Nita ngelirik pula ke burung aku, serta.. Wah.. bawah burung kurang ajar, begitu diliatin 2 orang wanita, lama- lama tetapi tentu ia mulai bangkit. Pelan- pelan mengangguk- angguk, hingga kesimpulannya betul- betul tegang setegang- tegangnya. Wah, mokal banget deh, aku..


Sehabis sebagian lama, isteri aku nyatanya telah tidak tahan lagi.


“ Mari, Her.. Cepetan masukin.. aku telah tidak kokoh lagi nih..” pintanya memelas. Kesimpulannya berhubung aku pula telah tidak tahan lagi, aku cabut saja burung aku dari dalam mulut sang Nita, terus aku masukin ke dalam Miss V isteri aku. Akh.. betul- betul nikmat, sembari terus aku dorong keluar- masuk. Nita tidak tinggal diam, sembari meremas- remas buah dada isteri aku, ia terus ngejilatin buah Zakar aku. Wah.. rasanya betul- betul.. RUUAARR BBIIAASA! Tidak lama setelah itu, bisa jadi sebab telah sangat terangsang, isteri aku menjerit kecil.. Meneriakkan kepuasan.. Sehingga aku merasakan suatu yang sangat hangat di dalam lubang vaginanya. Memandang isteri aku telah berakhir, sang Nita langsung bertanya dengan wajah harap- harap takut.


“ Ngg.. Saat ini aku boleh tidak ngerasain tusukan suami kalian, Lis?”


“ Pasti aja boleh, Nit..” jawab isteri aku sembari mencium bibir sang Nita. Menemukan lampu hijau, Nita langsung mengambil burung aku yang telah lengket( tetapi masih tegang benar) terus dibimbingnya ke dalam lubang vaginanya yang ditutupi semak belukar.


“ Aaakkhh..” desis sang Nita sehabis aku dorong burung aku pelan- pelan.


“ Mari, Her.. Terus, Her.. I Love You..” kelihatannya sang Nita betul- betul memperoleh kenikmatan yang luar biasa. Sembari aku goyang- goyang, isteri aku menjilati teteknya sang Nita.“ Aduh, Lis.. Her.. I love you both..”


Pokoknya sepanjang aku serta isteri aku bekerja, mulut sang Nita mendesis- desis terus. Setelah itu, bisa jadi sebab isteri aku tidak ingin ngedengerin desisan sang Nita terus, kesimpulannya ia bangun serta memusatkan vaginanya ke muka sang Nita. Hingga kira- kira 10 menit kita bertiga dalam posisi semacam itu, kesimpulannya aku telah betul- betul tidak tahan lagi.. serta.. ahh.. aku merasakan desakan sang Nita menegang, akhh.. Kesimpulannya jebol pula pertahanan aku. Serta dikala yang berbarengan kita bertiga merasakan sesuatu sensasi yang luar biasa.. Kita bertiga silih merangkul sekuat- kuatnya, hingga.. Aahh..


“ Ha.. ha.. ha.. Sama, Nit.. aku pula betul- betul merasakan nikmat yang yang tidak sempat aku bayangin lebih dahulu. Sayang suami kalian tidak turut yah, Nit,” kata isteri aku. filmbokepjepang. com


“ Gimana jika kapan- kapan kita ajak suami kalian sekaligus, boleh tidak, Nit?”


“ Benar Lis.. Ilham yang bagus, tetapi kita tidak boleh ngomong langsung, Lis.. Musti kita pancing dahulu..” kata sang Nita.


“ Sepakat,” sahut isteri aku.


“ Gimana Her.. Boleh tidak?”


Buat sesaat aku tidak dapat menanggapi. Bayangin, masa aku musti berbagi isteri aku sama suaminya sang Nita? Rasanya perasaan cemburu aku tidak rela. Tetapi, ngebayangin sensasi yang hendak terjalin jika kita main berempat sekalian.. Wah..


“ Boleh, nanti kalian atur yah, Nit.. Supaya aku dapat ngerasain lagi hangatnya lubang Miss V kalian.. Ha.. ha..” kesimpulannya aku menyetujui.


Senin, 02 Maret 2026

Cerita Doni Memperkosa Istri Orang

 Cerita Sex Selingkuh Ngentot Istri Orang


Dalam kondisi biji mataku senantiasa kujepitkan pada sela jendela itu buat memandang lebih jelas lagi kondisi dalam rumah itu, dibenak aku timbul ciri tanya apa itu badan istrinya Azis ataupun Azis sendiri ataupun orang lain. Apa orang itu tertidur pula sehingga tersingkap busananya ataupun memanglah terencana telanjang bundar. Apa dia lagi melihat kegiatan Televisi ataupun lagi memutar VCD porno, karena sedikit terdengar terdapat suara Televisi seakan film yang diputar.


Pertanyaanpertanyaan seperti itu yang senantiasa mengusik pikiranku hingga kesimpulannya saya kembali ke depan pintu semula serta berupaya mengetuknya kembali. Tetapi baru saja sekali aku ketuk, pintunya tibatiba terbuka lebar, sehingga saya sedikit kaget serta lebih kaget lagi sehabis melihat kalau yang berdiri di depan pintu merupakan seseorang perempuan muda serta menawan dengan baju sedikit terbuka sebab badannya cuma ditutupi kain sarung. Itupun cuma bagian bawahnya saja.


Selamat siang, kembali aku ulangi kalimat penghormatan itu.


Ya, siang, jawabnya sembari memandang wajah aku seakan malu, khawatir serta kaget.


Dari mana Pak serta cari siapa, tanya perempuan itu.


Maaf dik, numpang tanya, apa betul ini rumah Azis, tanya aku.


Betul sekali pak, dari mana yah? tanya perempuan itu lemah lembut.


Aku tinggal tidak jauh dari mari dik, aku mau ketemu Azis. Dia merupakan sahabat lama aku sewaktu kami samasama duduk di SMA dahulu, lanjut aku sembari menyodorkan tangan aku buat menyalaminya. Perempuan itu mebalasnya serta tangannya terasa lembut sekali tetapi sedikit hangat.


Oh, yah, syukur jika begitu. Nyatanya dia memiliki sahabat lama di mari serta dia tidak sempat ceritakan padaku, perkataannya sembari mempersilahkanku masuk. Sayapun langsung duduk di atas sofa plastik yang terdapat di ruang tamunya sembari mencermati kondisi dalam rumah itu, tercantum letak tempat tidur serta TVnya guna mencocokkan dugaanku sewaktu mengintip tadi


Sehabis aku duduk, aku bernazar menanyakan hubungannya dengan Azis, tetapi dia terlihat buruburu masuk ke dalam, entah dia ingin berpakaian ataupun mengambil sesuatu hidangan. Cuma berselang sebagian dikala, perempuan itu telah keluar kembali dalam kondisi berpakaian sehabis sebelumnya tidak mengenakan pakaian, apalagi dia bawa secangkir kopi serta kue kemudian diletakkan di atas meja kemudian mempersilahkanku mencicipinya sembari tersenyum.


Maaf dik, jika boleh aku tanya, apa adik ini kerabat dengan Azis? tanyaku penuh kekhawatiran kalaukalau dia tersinggung, walaupun aku semenjak tadi menebak jika perempuan itu merupakan istri Azis.


Aku kebetulan istrinya pak. Semenjak 3 tahun kemudian aku melakukan perkawinan di Kalimantan, tetapi Tuhan belum mengaruniai seseorang anak, jawabnya dengan jujur, apalagi pernah dia cerita panjang lebar menimpa latar balik perkawinannya, asal usulnya serta tujuannya ke Kota ini.


Sehabis aku menyimak ulasannya menimpa dirinya serta kehidupannya bersama Azis, aku bisa mengambil kesimpulan kalau perempuan itu merupakan suku di Kalimantan yang asal usul keturunannya pula berasal dari suku di Sulawesi. Dia kawin dengan Azis atas bawah jasajasa serta budi baik mereka tanpa didasari rasa cinta serta kasih sayang yang mendalam, semacam halnya yang mengenai keluarga aku.


Dia senantiasa berupaya serta berjuang buat menggali nilainilai cinta yang terdapat pada mereka berdua siapa ketahui nanti dapat dibentuk.


Jika ke kampung umumnya jam berapa datang di mari, tanyaku lebih lanjut.


Dekat jam 8. 00 ataupun 9. 00 malam, jawabnya sembari menoleh ke jam bilik yang bergantung dalam ruangan itu. Sementara itu dikala ini tanpa terasa jarum jam telah menampilkan jam 7. 00 malam.


Tidak lama sehabis itu, dia nampaknya buruburu masuk ke ruang dapur, bisa jadi dia ingin mempersiapkan makan malam, tetapi aku teriak dari luar jika aku baru saja makan di rumah serta melarangnya dia repotrepot mempersiapkan makan malam.


Tetapi dia senantiasa menyalakan kompornya kemudian memasak seakan tidak menginginkan saya kembali dengan kilat. Tidak lama setelah itu, iapun kembali duduk di depan aku melanjutkan perbincangannya. Sayapun tidak kehilangan bahan buat menemaninya. Mulai dari soalsoal pengalaman kami di kampung sewaktu kecil sampai soal rumah tangga kami masingmasing.


Ti.. Ti.. Dak bisa jadi aku jalani itu dik, tetapi emangnya jika aku ngintip mengapa? kataku terbatabata, maklum aku tidak biasa bohong.


Tidak permasalahan, hanya itu tadi, aku jika tidur tidak sering gunakan busana, terasa panas. Tetapi perasaan aku berkata jika terdapat orang tadi yang mengintipku melalui jendela sewaktu saya tidur.


Makanya aku terbangun bertepatan dengan ketukan pintu ayah tadi, ulasnya curiga tetapi senantiasa dia ketawaketawa sembari memandangiku.


Meter.. Mmaaf dik, sejujurnya aku pernah mengintip melalui sela jendela tadi berhubung aku sangat lama mengetuk pintu tetapi tidak terdapat jawaban. Jadi aku mengintip cuma buat membenarkan apa terdapat ataupun tidak terdapat orang di dalam tadi.


Aku tidak memiliki iktikad apaapa, kataku dengan jujur, siapa ketahui dia betul melihatku tadi, saya dapat dikatakan pembohong.


Jadi apa yang ayah amati tadi sewaktu mengintip ke dalam? Apa ayah pernah melihatku di atas tempat tidur dengan telanjang bundar? tanyanya penuh selidik, walaupun dia masih senantiasa senyumsenyum.


Aku tidak pernah memandang apaapa di dalam kecuali cuma kilatan sinar Televisi serta sepotong kaki, tegasku sekali lagi dengan terus cerah.


Tidak apaapa, aku yakin perkataan ayah saja. Lagi pula sekiranya ayah melihatku dalam kondisi tanpa busana, ayah tentu tidak heran, serta bukan soal baru untuk ayah, sebab apa yang terdapat dalam badan aku pasti sama dengan kepunyaan istri ayah, yah khan? ulasnya penuh canda. Kemudian dia berlari kecil masuk ke ruang dapur buat membenarkan apa nasi yang dimasaknya telah matang ataupun belum.


cerita sex, cerita sex, cerita sex, cerita sex, cerita sex, cerita sex, cerita sex, cerita sex,


Minggu, 01 Maret 2026

Cerita Sex Aku Di Belai Di Saat Aku Sedang Memasak

   


Ila berdiri serta kami bersalaman; hatiku sangat bersyukur. Lekas saya memahami diri serta memperkenalkan diri kalau saya merupakan Steering Comitte dari sesuatu seminar internasional menimpa Area Hidup serta berminat menyewa 50 kamar serta ruang persidangan buat seminggu penuh.


Mila menarangkan biayanya serta menanyakan kapan acaranya hendak diawali. Singkatnya urusan detil seminarku telah beres( sementara itu seminar itu rekayasaku belaka). Mila menarangkan panjang lebar tentang paket seminar dengan seluruh fasilitasnya sembari sesekali melemparkan senyum manisnya,. saya terus menjadi kagum, kemudian..


Gimana jika proposalnya dapat Dik Mila antarkan ke hotel Ane?” umpanku sembari menyebut hotel tempatku tinggal.


“ Kenapa Ayah tidak tinggal di mari?” tanya Mila.


“ Boleh saja,.!” jawabku sembari mengharapkan‘ pelayanan’ yang lain.


“ Ane bookingkan ya Pak,!” 


Mila tidak menawan, ia menarik serta mempesona. Kemudian Mila berjanji hendak membawakan proposalnya esok jam 10. 30 pagi.


Keesokannya telpon di kamar suiteku berbunyi, oh warnanya Mila telah tiba.


“ Mila ingin langsung ke atas? Ini kamar suitenya bagus lho, terdapat istri Ane pula, supaya Ane kenalkan sekaligus!”


“ Oh ya, kebetulan Ane belum sempat amati kamar suite di hotel ini, sebentar aja ya


Pak” sahut dari seberang telpon. Hingga di suite roomku, saya silakan Mila duduk. Mila nampak sangat manis dengan senyumnya yang memesona.


Hari ini Mila menggunakan blus bercorak biru cerah mengkilap berlengan panjang dengan model kerah shanghai dengan kancing putih yang berbaris apik dari leher sampai hampir ujung bajunya, mengenakan rok gelap dan menggenggam HP Nokia 3650 warna Biru Kuning, di pergelangan tangan kirinya terdapat arloji berupa gelang. Di tangan kanannya terdapat karet pengikat rambut bercorak gelap, serta kutawarkan minuman, ia memilah apple jus kesukaannya.


Kutuangkan dalam gelas yang telah kucampur obat tidur yang kubeli kemarin dari toko obat Eng Tay Ho di Malioboro.


“ Bunda di mana Pak,” tanya Mila seraya meminum juicenya


“ Oh, terdapat di kamar mandi..”


“ Buu,.. buu..!” teriakku seolah- olah terdapat ia di situ.


Centimeter di atas lutut, serta terakhir CD merek Sloggy yang terlihat bersih. Katanya yang sangat mutahir itu yang dari Jepang namanya Karada. Teorinya dari tubuh dahulu, tetapi saya khawatir ia terbangun, jadi biaraman tangannya dahulu.


Mila meronta- ronta menggerakkan tangannya berupaya buat membebaskan ikatannya, tetapi hasilnya merupakan jalinan di buah dadanya terus menjadi menyakitkan, pula putingnya jadi tertarik oleh jepitan pakaian serta menaikkan rasa sakit. Judi Poker Online


Masih belum puas saya meneteskan parafin panas pada jarak 40 centimeter dari buah dadanya, nyatanya dia tidak sangat kesakitan hingga kudekatkan jadi jarak 20 centimeter dia menggeliat, meronta mmh,.! ugh,.! terus menjadi terikat serta kian sakit serta dia sudah melewati entah orgasme yang keberapa kalinya lewat tali yang melilit lewat Miss V serta anusnya. Cerita ngewe


Kesimpulannya Mila terlihat memelas sekali semacam memohon diampuni, bisa jadi sebab telah sangat letih meronta- ronta serta orgasme.


Matanya mengedip lemah. Tetapi saya belum puas, saya berganti benak, terlebih buah zakarku yang sangat bergairah telah menunjuk- nunjuk ke Mila! sehingga Mila terlentang dalam posisi tangan terikat ke balik sedangkan kakinya terikat terlentang.


Masuk, keluar, masuk, keluar, berulang kali sampai spermaku muncrat. Saya terbaring lunglai, di atas badan Mila yang berbusana tali itu, sehabis menggapai puncaknya,


“ Good Girl” kataku sembari memegang kepalanya semacam saya menyayang- nyayang anjing keAnenganku sang Bonci.


Mila pingsan tidak sadarkan diri.


Lekas saya mensterilkan badannya sekedarnya dengan handuk yang kubasahi, memakaikan pakaiannya lengkap dengan blus biru kerah shanghainya, mengancingi blusnya berentetan apik. Memakaikan CD sehabis spermaku kubersihkan.


Saya ubah ikatannya dengan lakban perak, meliliti badannya yang berbusana, membelenggu kembali tangannya kebelakang, kakinya saya satukan lagi dengan lakban yang sama, kaki yang bersepatu yang sexy( itu sebutannya di e- mail) itu saya kulum dengan gemas.


Membenarkan tangan kakinya telah terikat, dan mulutnya telah tersumbat, saya utak atik HPnya mencari ketahui no HPnya kemudian dan merta mematikannya, kulihat banyak miss call serta SMS, sebagian dari GMnya


Sales Call, posisi?” terdapat 4 SMS yang bernada seragam. Kumatikan HPnya biar ia jangan hingga dapat SMS buat memohon tolong, pula saya cabut kabel telpon di kamarku.


Matanya kutatap, berkaca- kaca, Mila meronta- ronta kali ini apa energi lakban perak telah mengikat erat serta merekat di badannya, Mila menangis tersedu- sedu, putus asa serta pasrah.


Keesokan harinya, waktu menampilkan jam 6. 00 pagi. Saya tinggalkan ia di kamarku dengan badannya yang berbusana tetapi senantiasa terikat lilitan lakban perak, kubiarkan ciri Do Not Disturb menggantung di pintu kamarku. Saya langsung kembali ke Bandung dengan KA Argowilis.


Di KA sembari menikmati hasil rekaman video pada laptopku, saya mempersiapkan cerita ini serta kukirimkan kepadanya melalui e- mail sehingga ia ketahui siapa sesungguhnya yang‘ sudah memperkosanya’. Entah gimana ia dapat membebaskan ikatannya, jadi teka- teki sendiri. Cerita ngewe