Pemuda Selingkuh Ngentot Istri Orang
Pertanyaan pertanyaan semacam itu yang tetap mengusik pikiranku sampai akhirnya aku kembali ke depan pintu semula dan berupaya mengetuknya kembali. Namun baru saja sekali saya ketuk, pintunya tibatiba terbuka lebar, sehingga aku sedikit kaget dan lebih kaget lagi sehabis memandang jika yang berdiri di depan pintu ialah seorang wanita muda dan mempesona dengan pakaian sedikit terbuka karena tubuhnya hanya ditutupi kain sarung. Itupun hanya bagian bawahnya saja.
Ya, siang, jawabnya sambil memandang wajah saya seolah malu, takut dan kaget.
Dari mana Pak dan cari siapa, tanya wanita itu.
Maaf dik, numpang tanya, apa betul ini rumah Azis, tanya saya.
Betul sekali pak, dari mana yah? tanya wanita itu lemah lembut.
Saya tinggal tidak jauh dari ayo dik, saya ingin ketemu Azis. Ia ialah teman lama saya sewaktu kami samasama duduk di SMA dulu, lanjut saya sambil menyodorkan tangan saya buat menyalaminya.
Oh, yah, syukur bila begitu. Tampaknya ia mempunyai teman lama di ayo dan ia tidak pernah ceritakan padaku, perkataannya sambil mempersilahkanku masuk. Sayapun langsung duduk di atas kursi plastik yang ada di ruang tamunya sambil mendengarkan keadaan dalam rumah itu, tercantum letak tempat tidur dan TVnya guna mencocokkan dugaanku sewaktu mengintip tadi
Sehabis saya duduk, saya berniat menanyakan hubungannya dengan Azis, namun ia nampak buruburu masuk ke dalam, entah ia mau berpakaian maupun mengambil suatu hidangan. Hanya berselang sebagian disaat, wanita itu sudah keluar kembali dalam keadaan berpakaian sehabis lebih dahulu tidak menggunakan baju, terlebih ia membawa secangkir kopi dan kue setelah itu diletakkan di atas meja setelah itu mempersilahkanku mencicipinya sambil tersenyum.
Maaf dik, bila boleh saya tanya, apa adik ini saudara dengan Azis? tanyaku penuh kekhawatiran kalaukalau ia tersinggung, meski saya sejak tadi menduga bila wanita itu ialah istri Azis.
Saya kebetulan istrinya pak. Sejak 3 tahun setelah itu saya melaksanakan pernikahan di Kalimantan, namun Tuhan belum mengaruniai seorang anak, jawabnya dengan jujur, terlebih sempat ia cerita panjang lebar mengenai latar balik perkawinannya, asal usulnya dan tujuannya ke Kota ini.
Sehabis saya menyimak ulasannya mengenai dirinya dan kehidupannya bersama Azis, saya dapat mengambil kesimpulan jika wanita itu ialah suku di Kalimantan yang asal usul keturunannya pula berasal dari suku di Sulawesi. Ia kawin dengan Azis atas dasar jasajasa dan budi baik mereka tanpa didasari rasa cinta dan kasih sayang yang mendalam, semacam halnya yang menimpa keluarga saya.
Ia tetap berupaya dan berjuang buat menggali nilainilai cinta yang ada pada mereka berdua siapa tahu nanti bisa dibangun.
Bila ke kampung biasanya jam berapa tiba di ayo, tanyaku lebih lanjut.
Dekat jam 8. 00 maupun 9. 20 malam, Sedangkan itu disaat ini tanpa terasa jarum jam sudah menunjukkan jam 7. 00 malam.
Tidak lama sehabis itu, ia nampaknya buruburu masuk ke ruang dapur, dapat jadi ia mau mempersiapkan makan malam, namun saya teriak dari luar bila saya baru saja makan di rumah dan melarangnya ia repotrepot mempersiapkan makan malam.
Namun ia tetap menyalakan kompornya setelah itu memasak seolah tidak menginginkan aku kembali dengan kilat. Tidak lama sehabis itu, iapun kembali duduk di depan saya melanjutkan perbincangannya. Sayapun tidak kehabisan bahan buat menemaninya.
Ti.. Ti.. Dak dapat jadi saya lakukan itu dik, namun emangnya bila saya ngintip kenapa?.
Tidak kasus, cuma itu tadi, saya bila tidur tidak kerap pakai busana, terasa panas. Namun perasaan saya mengatakan bila ada orang tadi yang mengintipku lewat jendela sewaktu aku tidur, Jadi saya mengintip hanya buat membetulkan apa ada maupun tidak ada orang di dalam tadi.
Saya tidak mempunyai maksud apaapa, kataku dengan jujur, siapa tahu ia betul melihatku tadi, aku bisa dikatakan pembohong.
tanyanya penuh selidik, meski ia masih tetap senyumsenyum.
Saya tidak sempat memandang apaapa di dalam kecuali hanya kilatan cahaya Tv dan sepotong kaki, tegasku sekali lagi dengan terus terang.
Tidak apaapa, saya percaya perkataan bapak saja. Lagi pula sekiranya bapak melihatku dalam keadaan tanpa busana, bapak pasti tidak heran, dan bukan soal baru buat bapak, karena apa yang ada dalam tubuh saya tentu sama dengan milik istri bapak, yah khan? ulasnya penuh canda. Setelah itu ia berlari kecil masuk ke ruang dapur buat membetulkan apa nasi yang dimasaknya sudah matang maupun belum.












