AWITOTO AWITOTO RAJABANDOT RAJABANDOT

Rabu, 11 Maret 2026

PACARKU WANITA HIBURAN MALAM

   


ceritaini merupakan suatu pengalaman dari seseorang yang lagi bermain di salah satu kota besar di jawa barat. bisa jadi cerita ini dapat dijadikan suatu pengalaman hebat yang sangat tidak sering terjalin lagi bisa jadi. Tetapi seluruh perihal tentu hendak terjalin apabila waktu yang mengatakan. Siang itu aku serta pacar aku baru saja kembali dari suatu tempat wisata dikota Bekasi dengan memakai motor. Sebab ekspedisi yg cukup jauh pacar aku bilang ingin buang air kecil dahulu. Kesimpulannya aku memutuskan buat menepi disebuah warung kopi.


Sehabis pacar aku turun ia tanya ke ibu- ibu penjaga warung.“ Bu Kamar mandinya sebelah mana ya?”.“ Dikebun balik terdapat kamar mandi dek, Tidak jauh kok centimeter dekat 500m”. Jawabnya“ Oh terima kasih bu” serta tidak lama ia menoleh kepadaku


“ Sayang kalian pesen minum aja dahulu saya agak mules jadi bisa jadi agak lama”.“ Baik lah” aku menanggapi sembari tersenyum. Sehabis turun aku pesan minum serta sambil menunggu aku ngobrol dengan sang bunda menimpa asal usul kami berdua. Sekilas tentang kami berdua. Kami masih bersama menempuh kuliah disalah satu PTS ternama dikota M*****.


“ Paaaaacccchhkk Jangghhhaaan” tetapi tangannya menggengam erat kepala sang ayah semacam tidak ingin melepasnya. Aku bisa memandang jelas Miss V yang memanglah baru saja dicukur itu dilahap dengan rakus oleh sang ayah sembari sesekali tangannya yang besar tadi memilin itilnya Tari. Dengan suaranya yang kian merintih Tari terus meracau,


” Paaaaaaccck Janggggaaaaan Nantiii Paccccchaar Saaaaayaa Leeewaaaaaat“. 10 menit gerakan pinggul Tari terus menjadi merajalela menjajaki gerakan tangan sang ayah yang memanglah dari tadi mengocok- ngocok Miss V Tari. Serta semenit setelah itu Tari mengerang panjang sembari pinggulnya mengangkut keatas” Paaaackkhhh Taaariiii Keeeeeluaaarrrhh“…….” Aaaaccchhhhh“.


Tidak terdapat jawaban dari Tari tetapi yang aku amati tatapan mata Tari berganti ia semacam kaget, khawatir, penasaran, terpesona, serta kagum sebab memanglah Tari umumnya Hanya memandang penis aku yang berdimensi standard. Tanpa aba- aba sang ayah memegang tangan Tari serta coba ngarahkannya ke penis raksasa itu. Serta dengan komando dari sang ayah Tari mulai mengocok penis itu. Sempat sesuatu hari kami menyaksikan film blue dikost aku serta dengan polos Tari bertanya


“ Kok dapat ya anunya sebesar botol gitu?“, aku cuma tersenyum serta bilang“ Namanya pula film”. Tetapi entah apa yang terdapat dibenak Tari dikala ini dengan Penis raksasa digengamannya. Tangan kanan sang ayah coba buat mendekatkan wajah Tari ke penisnya.


Ingin pingsan rasanya dikala memandang Tari tanpa komando dari ayah tua itu ia mulai menjilat leher penis itu. Seperti artis film Tari mengocok sembari sesekali memasukan penis itu kemulutnya agak sulit awal mulanya menelan seluruh penis itu kemulutnya tetapi Tari nampak sangat lihai. Dengan masih mengenakan jilbabnya Tari terus bekerja. Sembari mengerang keenakan tangan sang ayah pula bergerilya divagina Tari


“ Wuueeenaaachhkk Caaahhk Aayuuu”, ucapnya. Nyaris sebagian menit lamanya aku melihat adegan panas itu. Sang ayah setelah itu memegang pinggul Tari serta membangunkannya, Ia langsung melumat bibir mungil Tari sembari tangannya membuka resleting balik pakaian Tari sembari kakinya tiba legging yang sedari tadi masih tersanggut dikaki Tari sehabis bajunya terjatuh sang ayah coba melepas kaitan bra. Serta akhinya aku memandang mereka berdua benar bugil sembari berciuman, seperti sejoli pacar.


Tangan Tari menggengam erat penis sang ayah seolah tidak ingin melepasnya. Hingga kesimpulannya Tari dibaringkan dikasur kayu. sang ayah yang nampak mulai tidak tabah diarahkannya rudalnya kebibir Miss V, digesek- gesek sebentar sehabis merasa lumayan licin penis itu mulai menerobos Miss V Tari.“ Pelan- pelan ya pak…aku khawatir sakit”, ucap Tari.“ Tenang cah ayu awal mulanya memanglah sedikit sakit tetapi lambat- laun tentu kalian suka“. Bukannya melaksanakan suatu, aku malah semacam terhipnotis buat memandang Miss V Tari lagi dituntut menelan Pisan Ambon. Nampak jelas dari arah aku mengintip penis itu dimasukan serta ditarik begitu seterusnya hingga kesimpulannya segala penis itu sirna ditelan Miss V Tari aku hingga terheran- heran memandang peristiwa itu.


Terdengar erangan Tari“ sssssshhhhhh aaccch… Paaaacccchhhk’’. Pelan- pelan ayah tua itu mulai menggoyangkan penisnya diliang Miss V Tari. Bibir vaginanya hingga turut tertarik kedalam menjajaki gerakan penis besar itu. sang ayah baru mulai memesatkan goyanganya Tari telah mengangkut pinggulnya keatas serta setelah itu mengejang.“ Paaccccchkkk… Aaccchhkkkuu keluaaaaaarrrrhhh”, ucap Tari separuh berteriak. Nampak terdapat cairan bening muncrat dari Miss V Tari.“ Haaaaah…!!!”


Berbarengan dengan aku yang pula menghasilkan sperma aku dibalik rumah itu. Tari nampak sangat lemas. Ia kembali dibaringkan serta ayah tua itu bersiap menindihnya. Miss V Tari telah sangat banjir. Kecipak semacam suara air terdengar kala penis itu kembali mengobok- obok seisi Miss V tari.“ Leeeebiiih Keeeeraasssh Paaackhhh” perkataan Tari terus menjadi kacau.“ krrrrraaaaaak…!!”, Aku sempat


“ Leeeebiiih Keeeeraasssh Paaackhhh” perkataan Tari terus menjadi kacau.“ krrrrraaaaaak…!!”, Aku pernah tiba batang kayu serta ayah tua itu mendengar ia menghentikan goyangannya sembari berteriak,“ Sopo Kui…!!!( Siapa Itu)“, hardiknya tetapi tangan Tari mencapai wajah Ayah tua itu“ Telah pak sangat kucing saya lagi tanggung nih…”, ucap Tari sembari tersenyum serta setelah itu melumat mesra bibir bandot tengik itu. Untung saja pikirku. Serta pertempuran kembali dilanjutkan. Nyaris 20 menit Tari digenjot ayah tua itu. Entah berapa kali Tari hadapi orgasme sebab cuma erangan demi erangan senantiasa keluar dari bibir mungil itu. Terus menjadi lama goyangan sang ayah terus menjadi tidak beraturan.


“ Aaaccchhkuuu Mauuuuhh Keeeluuuaarrrh Saayaangghhh”, kata sang ayah seketika. Bukannya melepas badannya tangan Tari malah terus menjadi memencet pantat gelap sang ayah serta membuat penisnya kian dalam menghujam liang Miss V itu. Serta crot… crot… crot.., ayah tua itu menumpahkan seluruh spermanya didalam Miss V. Terdapat perasaan benci memandang peristiwa itu sebab Tari tidak sempat ingin kalo aku muncrat didalam. Khawatir berbadan dua katanya.


“ Gak apa- apa kok“, jawabku datar.“ Kalian udah ngopinya, jalur lagi yuu…“. Serta sehabis berpamitan kepada sang bunda kami kembali kembali. Sehabis peristiwa itu nyaris tiap akhir minggu Tari senantiasa berangkat, ke rumah temannya di B***** katanya. Serta ia senantiasa memilah buat naik kendaraan universal.


Sempat sesuatu waktu aku menciptakan sebagian kondom yang belum terpakai ditasnya. Anehnya aku tidak sempat berani buat menanyakan perihal ini ke Tari. Aku pula merasakan keanehan kala kami ML ia semacam males- malesan serta tidak semangat. Kadangkala aku bimbang sebab aku masih sangat mencintainya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar