Halo pembaca saya hendak menggambarkan sesuatu cerita yang mengenai pada diriku. Tetapi awal– tama perkenalkan namaku Rando dikala ini saya berusia 17 tahun tinggiku dekat 170 centimeter beratku 58 kilogram saya sangat suka sekali olahraga sehingga disekolah saya lumayan menonjol dalam bidang tersebut. Ayahku seseorang PNS tetapi dia kerapkali turut berbisnis dengan rekannya. Adikku wanita serta ia masih SMP kelas 3 ia berbeda 3 tahun dengan ku, Stefi namanya.
Sebaliknya ibuku namanya Lina ia cuma bunda rumah tangga tetapi dia kerap kali aktif di area sebab ia lulusan akademi besar yang lumayan populer. . Badan ibuku putih ke merah- merahan tingginya sekita 165 centimeter, beratnya dekat 63 kilogram rambutnya lurus, sebab bunda memanglah giat menjaga badannya.
Sebaliknya saya tidak dapat berangkat kemana mana sebab terdapat aktivitas ekskul ku ialah sepakbola yang hendak bersiap mengalami pertandingan antar sekolah. Pada sore hari itu saya usai berlatih sepakbola, saya kembali kerumah saya amati cuma terdapat bibi,” kemana bunda” pikirku,” ah sangat lagi berbaring” balasku pada pemikiranku itu, kemudian saya simpan tasku serta saya berangkat bergegas buat mandi. Ku lepaskan seluruh bajuku yang penuh tanah sebab bermain bola serta ku tutupi celana dalamku dengan handuk.
Penisku masih terbenam didalamnya, kutunggu sebagian dikala serta ku mulai lagi sampai sebagian kali di malam itu bisa jadi lebih dari 5 kali saya orgasme. Sehabis berakhir ke rapihkan seluruh carian yang melakat pada badan ibuku serta seprai, meski masih terdapat sebagian cairan disana saya tidak begitu hirau bila ibuku mengetahuinya hingga hendak ku katakan dengan terus cerah saja.
sepanjang 3 hari kedepan ibuku ku sudah jadi mainan untuk nafsu birahiku.. sampai sesuatu hari saya begitu ceroboh langsung melancarkan aksiku.. kala itu sebab telah percaya saya langsung menindih badan ibuku serta memasukan kemaluanku ke dalam Miss V ibuku selang sebagian dikala ibuku terbangun“ Rando! Astaga…apa yang kalian jalani!?” ceroboh serta bodohnya diriku..” aa.. nan.. Randoo… lagii..”, bunda mendesak tubuhku serta menamparku dengan keras tetapi dikala seperti itu insting dominan pria ku bangkit.
kemudian saya jelaskan kalau saya melaksanakan ini sebab saya sayang serta cinta pada ibuku sendiri, saya juga terangsang memandang ibuku yang begitu menawan kala lagi tidur terbuka belahan dasternya.. tidak terdapat iktikad jahat pada ibuku sendiri. ibuku cuma diam seakan tidak terdapat semangat, bisa jadi bunda begitu syok memandang kelakuan anaknya sendiri yang semacam ini tetapi ku lanjutkan saja aksiku ini semacam biasa.
Besok harinya ibuku tengah memasak di dapur, ia sangat diam hari ini. kutanya“ bu, bibi kemana?”
“ lagi ke pasar” jawab ibuku dengan dingin
kembali nafsuku berdialog pada otakku memandang benjolan pantat bunda ku yang begitu gempal, kemudian ku datangi ibuku diam- diam serta dari balik ku masukan lengan ku ke dalam celemek bunda serta ku remas buah dada ibuku“ ahh..”
“ Rando kalian ingin apa lagi”
tanpa dibalas olehku langsung ku sedot saja bibir serta lidah ibuku.. awal mulanya menolak tetapi tenaga ku lebih kokoh, cerah saja saya seseorang atlit sepakbola di sekolahku. perlawanan ibuku melunak mengenali saya lebih kokoh. ku perosotkan saja daster bawahnya serta perosotkan pula celana boxer ku, tetapi saya tidak langsung memasukan ke Miss V ibuku.
“ Bu puting bunda membengkak ya..”
“…..” bunda cuma diam menahan rasa gairah serta pula rasa geli dari yang ku mainkan
“ Rando jadi ingat waktu kecil suka sekali menyusu ke bunda, susu ASI bunda sangat lezat buat Rando” dikala yg bertepatan ku hisap wangi dari shampo yang dipakainya
“…hhm.. mm….”
“ Rando ingin menyusu lagi sama ibu…”
“.. apa yang kalian katakan Rando.. aaaaaahhhh…” kala bunda bicara ku tekan buah dadanya dengan keras.
kulanjutkan perkataan tabu itu pada ibuku tetapi ibuku cuma diam saja, 5 menit setelah itu kaki ibuku mengejang dengan kokoh, badannya bergetar” aaaaahhhhhh….” teriak bunda dengan suara mendesah paraunya. bunda hendak orgasme lagi.. ku amati Miss V telah banjir nyatanya.. serta sehabis itu ku hentikan seluruh aksiku, saya melangkah mundur sebagian detik.
“ mengapa bu?”
“…Rando.. kalian..”
“ mengapa bu..”
“…” bunda cuma diam
“ jika bunda ingin bunda wajib mengatakannya! ataupun Rando ngga hendak melaksanakannya” ancamku, ataupun ku perkenankan ibuku termakan oleh gairahnya serta tidak terlampiaskan
Kemudian ku angkat dengan sekuat tenaga badan bunda ku yang begitu gempal, sehingga berat bunda benar– benar bertumpu pada diriku, tetapi kurasakan sensasi yang tiada tara, ku hirup buah dadanya dengan keras, kemudian ku tidurkan ibuku di meja makan, serta ku lanjutkan gerakanku,” aaahhh ahhhh…” kali ini Miss V bunda terus menjadi menyempit bisa jadi bunda telah ingin orgasme tetapi saya juga ingin keluar pula.” buuu…ahh.. Rando ingin keluar buu…”
“ jangan didalam Rando…”
“ tetapi ini lezat sekali buu… Rando mau sekali membagikan mani Rando ke rahim bunda..”
“ jangan Rando kalian telah edan..” sebab jengkel, ku hentakan dengan keras
“ aaaahhhhhh…..” teriak ibuku
“ pokoknya Rando ingin didalam”
“ Rando, dikala ini bunda lagi dalam masa produktif kalian ingin bunda berbadan dua anak kalian”
“ tidak apa apa bu Rando ingin memiliki anak dari bunda, Rando ingin bunda berbadan dua anak Rando” kemudian ku cium perut ibuku dimana letak Rahim
“ ibulah yang membuat Rando serta memiliki Rando dulu, bunda pula yang wajib berbadan dua dari anak yang bunda buat”
“ ahhhh.. ahhh… jangan Rando.. jangann….”
“ bunda tidak ingin..” ibuku berontak buat lepas dari peganganku
“ LINA!! diam kalian!!” kusebut namanya
“ Rando jangan edan kamuu…aaahhh…..”
kemudian ku tekan keras keras kedalam rahim ibuku sampai mentok, kukeluarkan seluruh spermaku di dalam rahim tempat bunda membuatku dahulu, badan bunda serta saya mengejang bertepatan” aaaahhhhhh…” teriak ibuku.. kemaluanku senantiasa kubenamkan didalam Miss V bunda. ku cium kembali mulutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar