Pada suatu hari dekat siang hari aku terletak di suatu toko novel. Di suatu tempat buat melakukan pembelian majalah edisi istimewa. Yang katanya sih edisi terbatas.
Hari tersebut aku memakai kaos t- shirt putih dan celana katun abu- abu. Sebetulnya ukuran badanku sih biasa saja, besar 170 cm berat 63 kg, badan lumayan tegap,
rambut cepak. Wajahku biasa saja, terlebih ingin terkesan sangar.
. Mataku agak kecil tidak tidak kerap kali memandang dengan tajam, alisku tebal dan jidatku lumayan sesuai deh.
Jadi tidak terdapat yang istimewa denganku. Disaat tersebut keadaan di toko kitab tersebut tidak terlampau ramai. Meski pula kala itu ialah jam santap siang,
hanya ada selama 7- 8 orang. Aku lekas menghadiri rak aspek majalah. Nah, disaat aku berkeinginan mengambil majalah itu ada tangan yang pula berkeinginan mengambil majalah tersebut.
Kami sempat silih merebut sesaat( sepersekian detik). Dan kemudian silih mencungkil pegangan pada majalah tersebut sampai majalah itu jatuh ke lantai.
ehh Maaf..” kataku sambil mengambil majalah yang jatuh tersebut dan memberikannya buat orang itu. Yang tampaknya ialah seorang perempuan yang berumur dekat 27 tahun
( dan tampaknya tebakanku salah).( Yang benar 30 tahun), berwajah bulat, bermata tajam( terlebih agak bulat). Tingginya sama denganku( menggunakan sepatu hak besar), dan dadanya lumayan membusung.
“ Busyet! molek pula nih ibu- bunda”, pikirku.“ Tidak pa- pa kok, nyari majalah X pula yah. Saya sudah menggali ke mana- mana namun tidak dapet”, katanya seraya tersenyum manis.
aku telah tidak tahan nih”, seraya dengan kilat dia membuka bajunya dan dilanjutkan dengan membuka roknya. Kala tangannya menggali reitsleting roknya, masih sempat- sempatnya
tangannya meremas batanganku. Dia lekas mengembalikan tubuhnya, payudaranya yang lagi di balik BH- nya sudah membusung.“ Buka dong bajumu”, pintanya dengan sarat kemesraan.
. Dia sempat terbelalak disaat memandang batang kemaluanku yang sudah terbit dari CD- ku. Kepala batangku hanya 1/ 2 cm dari pusar
Tante Bale Pula Berhubungan Dengan Laki- laki Tersebut
Aku sih tidak ingin ambil pusing, lekas kucium bibirnya yang tipis dan kulumat, lekas terjalin peperangan lidah yang lumayan dahsyat hingga nafasku ngos- ngosan
dibuatnya. Sambil berciuman, kutarik kedua cup BH- nya ke atas( ini ialah tata cara sangat mudah membuka BH, tidak perlu menggali kaitannya). Tangan kananku lekas memainkan putingnya yang sebelah kiri dan tangan kiriku padat agenda merendahkan Celana dalam- nya.
Kala CD- nya telah mendekati lutut lekas kuaktifkan bunda jari kaki kananku guna merendahkan CD yang menggantung dekat lututnya. Catatan Maxbet
Dan bibirku terus turun melewati lehernya yang lumayan jenjang. Nafas Mbak Bale terus jadi mendengus- dengus dan kedua tangannya meremas- remas buah pantatku dan kadang- kadangkala meminitnya.
Akhirnya mulutku sampai pula ke buah semangkanya. Edan, besar sekali.. amjuga deh, kurasa BH- nya diimpor secara eksklusif kali. Kudorong tubuhnya secara lama- lama sampai kami kesudahannya silih menindih di atas kasur yang lumayan empuk.
Dan kuhisap- hirup itilnya, dan aku merasa ada yang muncrat masuk ke dalam mulutku asin asin gimana gitu, lekas kujepit diantara gigi atasku dan bibir bawahku dan lekas kugerak- gerakkan bibir bawahku ke kiri dan ke kanan
sambil menarik ke atas. Mbak Bale menjerit- jerit keras dan tubuhnya melenting besar, aku telah tidak kuasa buat menyangga pinggulnya yang bergerak melenting ke atas.
Terasa liang kewanitaannya sangat basah oleh caLindan kenikmatannya. Dan dengan lekas kupersiapkan batanganku, kuarahkan ke liang senggamanya dan,“ Slebb..” tidak masuk,
“ Pelan- pelan Jer”, pintanya lemah.“ Ya deh Mbak”, dan kuulangi lagi, tidak masuk pula. Busyet nih perempuan, telah jugaya anak namun masih semacam perawan begini.
Lekas kukorek caLindan di dalam liang kewanitaannya guna melumuri kepala kemaluanku, sehabis itu lambat- laun namun tentu kudorong lagi senjataku.“ Aarrghh. ooouughhh. pelan pelan Jer..”
Buset dah sebetulnya baru kepala Kontol aja, telah susah masuknya. Kutarik lama- lama, dan kumasukan lama- lama pula. Pada hitungan ketiga, kutancap agak kedalam.
Cerita Sex Hot Tante Bale Di Toko Novel. Terus cerah saja, usahaku ini sangat menghabiskan tenaga, urusan ini dapat dilihat dari keringatku yang mengalir sangat deras. Sehabis Mbak Bale tenang,
Mulai licin Cerita Sex Hot
Di Toko Novel. Dan rasa sakit yang disebabkan oleh kasar dan lebatnya bulu kemaluannya sedikt menyusut dan bagiku ini ialah sangat nikmat.
Baru selama 20 menitan di entot, mendadak dia memelukku dengan kencang dan,“ Auuwww..”, jeritannya sangat keras, dan sebagian detik kemudian dia mencungkil pelukannya dan tergeletak lemas.
“ IstLindahat dulu Mbak”, tanyaku.“ Ya Jer.. aku hendak istLindahat, abis lelah banget sich.. Tulang- tulang Mbak terasa ingin lepas Jer”, bisiknya dengan nada manja.“ Oke deh Mbak,
kalian lanjutkan nanti aja..”, balasku tidak kalah mesranya.“ Jer, kalian sering ya ginian sama perempuan lain..”, pancing Mbak Bale.“ Ah tidak pula kok Mbak, baru sama Mbak aja ini”,
jawabku berbohong.“ Namun dari caramu tadi terlihat profesional Jer, Kamu hebat Jer.. Sangat perkasa”, puji Mbak Bale.“ Mbak pula hebat, lubang surga Mbak kecil banget sich..,
sebetulnya kan Mbak udah mempunyai anak”, balasku balik menyanjung.
“ Ah kamu dapat aja, bila tersebut sich rahasia dapur”, balasnya manja. Kami pula tertawa berdua seraya berpelukan. Tidak terasa sebab lelah, kami berdua tertidur pulas sambil berdekapan dan kami kaget
posisi. Dan yang lebih menggembLindakan lagi, pada permainan etape kedua ini kami tidak menemui hambatan yang berarti.
Karena di samping kami telah bersama berpengalaman, tampaknya liang senggama Mbak Bale tidak sesempit yang kesatu tadi, dapat jadi sebab sudah dimasuki oleh senjataku
yang spektakuler ini sehingga dikala ini lancarlah senjataku datang liang sorganya. Namun permainan ini tidak dilangsungkan lama sebab Mbak Bale mesti cepat- kilat kembali mendatangi anaknya
yang sudah kembali dari les piano. Namun dikala saat sebelum berpisah kami silih menyerahkan alamat dan nomer telepon sampai- hingga kami dapat bercinta lagi di lain kala dengan tenang dan damai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar