Cerita Pacaran Jaman Saat ini ini bermula dikala saya berkenalan dengan seseorang laki- laki, sebut saja namanya Muki. Orangnya tampan, besar dekat 170 centimeter, serta badannya atletis. Pokoknya cocok dengan laki- laki idamanku.
Perbandingan usia kami dekat 8 tahun, serta ia baru saja lulus dari universitas swasta populer di Jakarta. Kami kenalan pada dikala saya lagi mempersiapkan kegiatan buat perpisahan kelas III di SMA- ku.
SMA ku di kawasan Jakarta Barat. Serta pada dikala itu Muki lagi menemani adiknya yang kebetulan panitia perpisahan SMA kami. Pada dikala itu Muki cuma melihat- lihat persiapan kami serta duduk di ruangan sebelah.
Oh ya, hingga kurang ingat memperkenalkan diri. Perkenalkan nama panggilanku Maya. Saya baru berumur 18 tahun( SMA kelas III). Tinggiku cukup dekat 168 centimeter serta warna kulitku kuning bersih. Rambutku pendek sebahu, serta dadaku tidak sangat besar serta tidak sangat kecil pula. Sangat sepadan antara besar serta berat badanku.
Kata orang- orang saya sangat sesuai buat seseorang model. Serta saya belum memiliki pacar. Saya anak ke 3 dari 4 bersaudara serta seluruh wanita. Kakak- kakakku seluruh telah memiliki pacar, kecuali adikku yang sangat kecil kelas 2 SMP. OK dilanjut ya…
Kesimpulannya pada dikala rehat siang, inilah awal kalinya kami ngobrol- ngobrol. Serta pada dikala kenalan tersebut kami pernah mengubah no telepon rumah. Kira- kira 3 hari setelah itu, Muki menelepon ke rumahku.
“ Gimana berita kalian, mana bisa jadi saya kurang ingat. Hmm, May terdapat kegiatan tidak malam pekan ini.”
Saya pernah kaget Muki mengajakku keluar malam pekan ini. Sementara itu baru sebagian hari ini kenalan tetapi ia telah berani mengajakku keluar. Ah, biarlah, laki- laki ini memanglah idamanku kok.
“ Mengapa dapat begitu,” balas Muki.
“ Ya, kalaupun terdapat dapat dibatalin seandainya kalian ngajak keluar, serta kalo batal acaranya saya bakalan hendak tidak terima telpon kalian lagi,” balasku lagi.
Di mana alamat rumahmu.”
Baru awal kali ini saya melaksanakannya semacam ikatan suami istri. Muki menciumi segala tubuhku mulai dari atas turun ke dasar.
Ah… nikmat sekali. Seandainya saya ketahui senikmat ini, mau kulakukan dari dahulu. Nyatanya Muki telah menjilati klitorisku yang panjang serta lebar.
Kayaknya tidak kusia- siakan kenikmatan ini masing- masing detik. Muki sekali- kali memasukan jarinya ke vaginaku serta memasukkan lidahnya ke vaginaku.
Kesimpulannya dengan nafsu yang telah tidak dapat kutahan lagi, kukatakan pada Muki.“ Muk, masukkan punyamu ke punyaku ya… masukannya pelan- pelan,” pintaku. Muki kemudian bangkit dari arah dasar.
Vaginaku telah basah sekali. Serta kubimbing penis Muki supaya pas masuk di lubang vaginaku.
Pertama- tama memanglah agak sakit, tetapi punyaku kayaknya telah tidak terasa lagi hendak sakit yang terdapat, lebih banyak nikmatnya yang kurasakan. Dengan dorongan pelan serta pelan sekali, kesimpulannya memiliki Muki sukses masuk ke dalam lorong kenikmatanku.
“ Oh… lezat sekali,” jeritku.
Terasa segala lorong serta bilik vaginaku penuh dengan penis besar milik Muki. Dengan sekali tekan serta dorongan yang sangat keras dari penis Muki, membuat hari itu saya telah tidak perawan lagi. Muki membisikkan suatu di telingaku,“ May, kalian telah tidak perawan lagi.”
“ Terus Muk, goyang lebih kencang, saya lezat sekali..” Dengan posisi saya di dasar, Muki di atas, kami melaksanakannya lama sekali. Muki terus menciumi susuku yang telah keras, penis Muki masih terbenam di vaginaku. Kesimpulannya puncak kenikmatanku yang awal keluar pula.
Kesimpulannya saya menikmati kehangatan memiliki Muki serta saya masih memeluk tubuh Muki. Meski hawa di kamar itu sangat dingin, tetapi hawa yang kami keluarkan mengalahkan hawa dingin.
Kalian isap punyaku serta saya isap punyamu.”
Setelah itu kami berganti posisi ke 6 9. Muki dapat sangat jelas mengisap punyaku. Serta nampak kliotorisku yang sangat besar serta panjang.
“ May punyamu lebar sekali.”
Malamnya pas jam 8. 30 kami keluar dari penginapan. Sementara itu bila dipikir- pikir, cuma dalam waktu 2 hari saja saya telah membebaskan keperawananku ke seorang. Serta hingga saat ini hubunganku dengan Muki bukan sifatnya pacaran, tetapi cuma bertabiat buat memuaskan nafsu saja.
“ Iya May… syukurlah…”
“ Muk, saya mau melaksanakannya sekali lagi, kalian ingin Muk..”
Serta, nyatanya kami dapat melaksanakannya di mana saja. Kadangkala saya mengisap penis Muki sembari Muki menyetir mobil yang lagi di jalur tol. Serta sehabis cairan mani Muki keluar yang pastinya seluruh kutelan, sebab telah biasa, sehabis itu tangan Muki memainkan vaginaku.
Kadangkala pula saat sebelum kembali saya tidak lagi mencium bibir Muki, tetapi saya mengisap milik Muki saat sebelum turun dari mobil, cuma dekat 2 menit, Muki telah keluar. Serta saya masuk rumah masih terdapat sisa- sisa aroma mani di mulutku. Di masing- masing pertemuan kami berdua senantiasa silih menghasilkan.
Bila kami mau melaksanakan ikatan tubuh, umumnya kami menyewa penginapan dari siang hingga sore serta cuma dicoba masing- masing hari sabtu sebab pada dikala itu sepulang sekolah Muki langsung mengajakku ke penginapan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar