Mandi Bugil Bersama Sahabat Jembut Lebat
Perkenalkan Nama aku Heru, usia aku dikala ini 29 tahun. Aku telah menikah serta memiliki satu orang anak. Istri aku pula seumuran denganku namanya Lisa. Anak aku baru usia 3 tahun, serta ia baru masuk Playgroup. Nah, di sekolahan anak aku inilah, isteri aku tahu sama nyokapnya sahabat anak aku. Namanya Nita. Sesungguhnya sang Nita ini orangnya tidak cakep- cakep amat, yah, lumayan- lah. Bagi aku sih, mendingan isteri aku.
Makanya, sewaktu kenalan sama sang Nita ini, aku sama sekali tidak terdapat benak yang macam- macam. Hingga lama- kelamaan isteri aku mulai akrab sama sang Nita. Mereka kerap berangkat bersama. Nah, sesuatu hari, sang Nita telpon isteri aku buat ngasih ketahui kalau ia sekeluarga lagi bisa voucher menginap satu malam di suatu Hotel bintang 5 di Jakarta. Ia suruh isteri aku tiba buat berupaya fasilitas- fasilitas yang disediakan hotel tersebut. Nah, sebab terdapat kesempetan buat berenang, fitness serta lain- lain free, hingga aku berdua tidak menyia- nyiakan peluang ini. filmbokepjepang. com
Siangnya aku berdua nyusul ke hotel tersebut. Sesampainya di situ, aku berdua langsung mengarah ke kolam renang, sebab sang Nita telah janjian nunggu disana. benar aja, begitu ngeliat aku berdua tiba, sang Nita langsung manggil- manggil sembari melambaikan tangannya.
“ Hai Lis, Her..”
“ Hai Nit.. Mana suami sama anak kalian?” tanya isteri aku.
“ Biasa, dua- duanya lagi tidur siang tuh..” kata sang Nita.
“ Kalian berdua aja.. Mana anak kalian?”
“ Ya telah, saat ini gimana, kalian berdua ingin berenang tidak? Ataupun ingin Fitness aja?”
“ Langsung Fitness aja deh, Nit” filmbokepjepang. com
“ Mengapa Her.. Jangan bengong gitu dong, saat ini kalian yang musti buka handuk tuh,” kata isteri aku lagi.
Busyet.. Masa aku disuruh bugil di depan sang Nita sih? Tetapi sebab khawatir kalau- kalau nanti isteri aku berganti benak, langsung aja deh aku lepas handuk aku. Bersamaan dengan gerakan aku ngelepas handuk, aku amati sang Nita langsung membuang muka jengah.
“ Lho, mengapa Nit.. tidak apa- apa kok.. Tadi sang Heru pula ngeliatin body kalian, hingga terangsang tuh.. Amati deh,” kata isteri aku lagi sembari memandang burung aku. Kesimpulannya sang Nita ngelirik pula ke burung aku, serta.. Wah.. bawah burung kurang ajar, begitu diliatin 2 orang wanita, lama- lama tetapi tentu ia mulai bangkit. Pelan- pelan mengangguk- angguk, hingga kesimpulannya betul- betul tegang setegang- tegangnya. Wah, mokal banget deh, aku..
Sehabis sebagian lama, isteri aku nyatanya telah tidak tahan lagi.
“ Mari, Her.. Cepetan masukin.. aku telah tidak kokoh lagi nih..” pintanya memelas. Kesimpulannya berhubung aku pula telah tidak tahan lagi, aku cabut saja burung aku dari dalam mulut sang Nita, terus aku masukin ke dalam Miss V isteri aku. Akh.. betul- betul nikmat, sembari terus aku dorong keluar- masuk. Nita tidak tinggal diam, sembari meremas- remas buah dada isteri aku, ia terus ngejilatin buah Zakar aku. Wah.. rasanya betul- betul.. RUUAARR BBIIAASA! Tidak lama setelah itu, bisa jadi sebab telah sangat terangsang, isteri aku menjerit kecil.. Meneriakkan kepuasan.. Sehingga aku merasakan suatu yang sangat hangat di dalam lubang vaginanya. Memandang isteri aku telah berakhir, sang Nita langsung bertanya dengan wajah harap- harap takut.
“ Ngg.. Saat ini aku boleh tidak ngerasain tusukan suami kalian, Lis?”
“ Pasti aja boleh, Nit..” jawab isteri aku sembari mencium bibir sang Nita. Menemukan lampu hijau, Nita langsung mengambil burung aku yang telah lengket( tetapi masih tegang benar) terus dibimbingnya ke dalam lubang vaginanya yang ditutupi semak belukar.
“ Aaakkhh..” desis sang Nita sehabis aku dorong burung aku pelan- pelan.
“ Mari, Her.. Terus, Her.. I Love You..” kelihatannya sang Nita betul- betul memperoleh kenikmatan yang luar biasa. Sembari aku goyang- goyang, isteri aku menjilati teteknya sang Nita.“ Aduh, Lis.. Her.. I love you both..”
Pokoknya sepanjang aku serta isteri aku bekerja, mulut sang Nita mendesis- desis terus. Setelah itu, bisa jadi sebab isteri aku tidak ingin ngedengerin desisan sang Nita terus, kesimpulannya ia bangun serta memusatkan vaginanya ke muka sang Nita. Hingga kira- kira 10 menit kita bertiga dalam posisi semacam itu, kesimpulannya aku telah betul- betul tidak tahan lagi.. serta.. ahh.. aku merasakan desakan sang Nita menegang, akhh.. Kesimpulannya jebol pula pertahanan aku. Serta dikala yang berbarengan kita bertiga merasakan sesuatu sensasi yang luar biasa.. Kita bertiga silih merangkul sekuat- kuatnya, hingga.. Aahh..
“ Ha.. ha.. ha.. Sama, Nit.. aku pula betul- betul merasakan nikmat yang yang tidak sempat aku bayangin lebih dahulu. Sayang suami kalian tidak turut yah, Nit,” kata isteri aku. filmbokepjepang. com
“ Gimana jika kapan- kapan kita ajak suami kalian sekaligus, boleh tidak, Nit?”
“ Benar Lis.. Ilham yang bagus, tetapi kita tidak boleh ngomong langsung, Lis.. Musti kita pancing dahulu..” kata sang Nita.
“ Sepakat,” sahut isteri aku.
“ Gimana Her.. Boleh tidak?”
Buat sesaat aku tidak dapat menanggapi. Bayangin, masa aku musti berbagi isteri aku sama suaminya sang Nita? Rasanya perasaan cemburu aku tidak rela. Tetapi, ngebayangin sensasi yang hendak terjalin jika kita main berempat sekalian.. Wah..
“ Boleh, nanti kalian atur yah, Nit.. Supaya aku dapat ngerasain lagi hangatnya lubang Miss V kalian.. Ha.. ha..” kesimpulannya aku menyetujui.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar