Bunda Rina, Sahabat Baik Istriku Yang Menggairahkan
Pagi itu semacam umumnya awan berarak apik diatas langit yang terang. Matahari bukanlah terik benar. Waktu baru membuktikan jam 10 pagi. Sabtu itu saya baru saja berakhir berjumpa client buat urusan bisnisku yang terus menjadi tumbuh. Masih dengan berpakaian necis dengan setelan kemeja lengan pendek serta celana bahan sembari mencermati lagu lagu dari strereo set mobilku saya lama- lama merambah lingkungan perumahan tempat tinggalku. filmbokepjepang. com
Nampak didepan sudah ramai ayah ayah serta anak anak muda yang padat jadwal bekerja bakti di depan jalanan lingkungan rumahku. Salah seseorang dari mereka yang pula berprofesi selaku ayah RT di lingkunganku menyapaku dengan lantang sampai bisa terdengar oleh yang lain. gagah banget pak Adi, baru kembali nih?. Ko libur– libur ini apik pak?”.
“ Gak Pak Erte, abis ketemuan sama Client Pak. Waduh jadi telat deh aku nih ikutan kerja baktinya.” saya mengatakan sembari turun dari mobil yang kuparkir pas disamping lahan kosong sampai tidak mengusik kegiatan kerja bakti tersebut. Sepatu sudah kutanggalkan serta kuletakan di dasar bangku depan, celana panjang ku angkat sampai menggapai lututku. iringi dengan tatapan nyaris seluruh orang yang tengah bekerja bakti mensterilkan saluran– saluran air yang mengelililngi lingkungan perumahanku. filmbokepjepang. com
“ Gak ubah dahulu pak Adi?. Sayang kan pakaian keren– keren gitu jadi kena lumpur”. Pak erte bertanya dengan suara yang kurang jelas disebabkan di mulutnya terselipi sebatang rokok kretek kegemarannya.
“ Tanggung Pak, nanti pula dicuci”.
Diselingi dengan canda serta tawa baik yang tua ataupun yang muda. Hhhmmm…. Sangat rasa gotong royong yang jadi semboyan para leluhur bisa mempererat ikatan sosial antar penunggu perumahan ini.
“ Eh, Mas Ady. Memohon Pin BB nya dong. Kan kita dapat BBM an…”. Bunda Rina mengatakan sembari mencuil lenganku. Uuuhhhhh…. Setan– setan mulai menari di kepalaku, seakan memperoleh durian runtuh, saya lekas membagikan Pin BB ku kepadanya serta ia juga langsung memasukan saya di kontak BB nya. filmbokepjepang. com
Tidak banyak yang terjalin dikala itu, terlebih anak– anak ku masih kerap mondar– mandir di hadapan kami.
Memanglah kecanggihan teknologi terus menjadi memudahkan setan menggoda manusia. Dengan sarana BBM yang ada di BB, kami juga mulai kerap berbicara lewat pesan BBM. Awal mulanya cuma bersenda gurau biasa. Saya juga berupaya buat melindungi citraku dimatanya. Terlebih ia merupakan sahabat baik istriku sehingga saya wajib lebih berhati– hati menuliskan pesan– pesan melalui bbm itu. Entah mengapa ia terkadang menggodaku melalui pesan– pesan yang ia kirimkan. Selaku lelaki wajar yang mempunyai hasrat intim yang besar, saya juga dengan bahagia hati menanggapinya serta pasti saja perihal ini tanpa sepengetahuan istriku. Terlebih itu merupakan permintaanya buat merahasiakan obrolan kami lewat pesan– pesan di BBM tersebut.
Terus menjadi lama pembicaraan kami terus menjadi menjurus kepada suatu perselingkuhan. Ia sudah memintaku buat memanggilnya dengan namanya saja tanpa embel– embel“ Bunda” semacam yang sepanjang ini saya jalani. Mulai lah cerita– cerita tentang seks dikirimkan olehnya, apalagi ia sempat menanyakan seberapa besar dimensi kejantananku sebab bagi ia saya merupakan tipikal lelaki yang kokoh dalam berhubungan seks. Itu juga ia tahu dari cerita istriku yang kerap jadi bahan pembicaraan mereka berdua. Saya jadi paham mengapa mereka kerap tertawa sampai terbahak– bahak bila lagi berdua di kamar tidur saya serta istriku.
Siang itu Rina memintaku buat menemuinya di salah satu Mall yang cukup jauh dari tempat tinggal kami. Saya juga menyanggupinya serta mulai bertanya– Tanya terdapat apa gerangan yang buatnya mau berjumpa diluar. Sesungguhnya selaku lelaki yang sudah banyak makan asam garam percintaan, saya sudah merasakan terdapat hasrat yang tersembunyi dari Rina. Terlebih pesan BBM yang dikirimkan teakhir telah hingga kepada sesi mengirimkan gambar– gambar ia tanpa busana walaupun bagian vitalnya masih ditutupi oleh tangannya membuat fantasiku terus menjadi besar. Saya duduk di suatu tempat makan dimana ia memintaku buat menemuinya ditempat tersebut.
Tidak berapa lama Rina datang dengan masih memakai seragam PNS nya serta kerudung dengan warna senada. Pikiranku mulai mengendalikan rencana buat memastikan tempat kami kencan sebab nyaris ditentukan pertemuan ini hendak mengarah kearah situ.
Tanganku tidak tinggal diam. Kedua tanganku mencapai masing– masing payudaranya serta melaksanakan remasan– remasan diiringi cubitan kecil di puting payudaranya. Rina mulai memperbesar suara desahanya dengan iringan suara pertemuan paha depanku serta pantatnya. Terus menjadi kilat goyangannya terus menjadi membumbung besar rasa nikmat itu saya rasakan. Cengkraman vaginanya begitu ketat serta erat seakan hendak melumat habis kemaluanku yang bersarang di dalamnya. Terlintas dalam fikiranku bisa jadi kemaluan suaminya bukanlah sebesar punyaku sehingga Miss V istrinya yang lagi menaiki saya begitu kecil serta menggigit. Ekspresi mukanya dikala ia memacu diatasku sangat memesona, ditunjang dengan struktur mukanya yang menarik serta potongan badannya yang sekal membuat nafsuku terus menjadi memuncak. Terlebih Rina menggoyangkan pinggulnya dengan begitu hebat. Terkadang ia memaju mundurkan pantatnya, terkadang ia bergerak memutar sehingga kejantananku serasa terpelintir di dalam ruang surgawinya. Uuuhhhh… begitu nikmat persetubuhan ini.
Goyangannya terus menjadi kilat dengan irama yang menghentak– hentak, kayaknya ia hendak menggapai puncak kenikmatan dunia tidak lama lagi. Saya mengimbangi dengan kocokan dari dasar sehingga pantatku terangkat– angkat dari kasur Motel yang empuk itu. Datang– datang saja ia menerkam mulutku sembari memasukan lidahnya kedalam rongga mulutku, dengan goyangan pinggul yang terus menjadi kilat serta suara geraman laksana singa betina yang kehabisan anaknya.
Sehabis berbincang– bincang pasca ikatan seksual kami, kamipun bergegas kembali pasti saja dikala mendekati lingkungan kami, ia turun kebih dahulu supaya menjauhi kepergok orang sebelah ataupun orang– orang yang mengidentifikasi kami. Kayaknya percintaan ini hendak bersinambung sebab Rina begitu terkesan dengan pegumulan kami tadi. Hhhmmm… saya menghela nafasku panjang– panjang sembari keningku mengkerut serta terpikirkan olehku.“ Bakalan BBM- an lagi nih. Gaaaassss ppppooooollllll…..”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar