AWITOTO AWITOTO RAJABANDOT RAJABANDOT

Jumat, 06 Maret 2026

CERITA SEX SEORANG BIDAN DENGAN PASIEN NYA

    


Saya serta istriku tidak sempat mempunyai apa yang kamu biasa sebut dengan kehidupan seks yang menarik. Dikala kami melaksanakan seks, umumnya cuma dalam posisi yang normal saja. Irama kehidupan seks kami yang boleh kukatakan membosankan seperti itu, saya mulai berfantasi tentang‘ perihal serta orang lain’. Buat bahan fantasiku, saya menyesuikan menyaksikan film porno di malam hari sehabis seluruh orang di rumah tidur.


Yang mengejutkanku, mayoritas film porno itu senantiasa mengaitkan seseorang wanita muda. Dalam umur kepala 3, saya tidak sempat memikirkan perempuan yang lebih muda hingga saya melihat film- film itu. Saya sadar jika nyatanya gadis- gadis muda sangatlah panas.


Perihal lain yang menarik perhaRianku merupakan realitas jika game lesbian sangat terkenal. Saya mulai tertarik dengan wanita muda yang mencumbui Miss V wanita muda yang lain yang lembut, basah, serta umumnya tidak berambut.


Memandang film- film itu buat berfantasi mulai mengganti kehidupanku. Saya memiliki 3 orang anak wanita yang beranjak anak muda. Saya mulai mencermati mereka, kulihat metode mereka berpakaian, metode jalannya, serta seluruh tingkah laku mereka. Mereka jadi obsesiku sendiri! Kuamati lebih detil dikala mereka bangun pagi buat memandang putingnya yang membeku di balik baju tidur mereka. Kunikmati puting mereka yang terayun dikala mereka berjalan- jalan dalam rumah. Saya terus mengamati mereka hingga seluruhnya beranjak jadi seseorang wanita muda yang sempurna.


Yang tertua merupakan Irma. Ia memiliki puting yang sangat besar, branya bisa jadi D- cup ataupun lebih besar. Ia sebetulnya tidak sangat menawan, tetapi lezat ditatap. Saya percaya sahabat cowoknya banyak yang mencermati dadanya. Irma pula mempunya pantat yang kencang serta besar. Tetapi walaupun ia yang sangat tua di antara saudara- saudaranya, ia kerap bertingkah semacam wanita berumur setengah usianya.


Eva yang di tengah, di antara anak- anakku, wujud badannya lah yang terbagus. Bagiku, ia memiliki badan dalam fantasiku. Ia mempunyai badan yang sempurna dengan bra B- cupnya, ataupun C- cup kecil. Rambutnya yang panjang sampai melewati bahunya, serta matanya senantiasa terlihat memesona. Perkaranya ia yang sangat nakal. Senantiasa membuat permasalahan. Ia pula sadar jika ia memiliki badan yang bagus serta senantiasa mengenakan baju yang memperlihatkan perihal itu. Di antara anak- anakku, Eva lah yang jadi bahan fantasi utamaku. Tiap kali saya menyetubuhi istriku, Eva lah yang terdapat dalam benakku!


Cerita ini bermula dengan Irma serta temannya Nindy. Nindy setahun lebih muda, tetapi mereka sangat akrab. Nindy senantiasa menginap di rumah kami paling tidak sekali sebulan. Nindy sangat kurus, dadanya kecil, tetapi sangat manis.


“ Tadi sangat hebat” kata isteriku.


“ Sepatutnya kalian lebih kerap semacam tadi.”


Dikala saya bangun keesokan harinya, isteriku telah tidak terdapat di sampingku. Seketika peristiwa tadi malam kembali terbayang. Kupejamkan mataku menikmatinya serta tanganku bergerak kebawah mulai mengocok penisku yang membeku. Saya nyaris saja memperoleh orgasmeku dikala kudengar..


“ Mengapa Papa tidak membiarkan kami saja yang melaksanakan buat Papa?”


Kubuka mataku lekas serta kaget dikala memandang Irma serta Nindy berdiri di pintu kamarku. Orgasmeku tidak bisa kucegah bersamaan dengan bayangan wajah Nindy yang belepotan dengan cairannya Irma yang melintas di benakku.


“ Ups, terlambat!” kata Irma dikala mereka meninggalkan kamar.


Saya langsung bangkit serta lekas mandi. Saya nyaris berakhir mandi dikala seketika isteriku membuka pintu kamar mandi serta menyelinap masuk.


“ Kanak- kanak telah berangkat. Mari berhura- hura.”


Isteriku berjongkok di depanku serta memasukkan penisku yang masih loyo ke mulutnya. Penisku mulai membengkak dalam mulutnya sebab rangsangan lidahnya yang bergerak liar. Penisku kian membengkak serta kurasakan kepala penisku meluncur masuk ke tenggorokannya. Ia tidak menariknya keluar serta bibirnya terus menjadi ditekankan ke rambut kemaluanku. Kemudian kurasakan ia mulai menelan, gerakan tenggorokannya serasa ombak hangat yang basah pada penisku. Serta perihal ini awal kalinya untuk kami pula. Rasanya sangat dahsyat, suatu yang belum sempat kualami. Isteriku memiliki kemampuan yang dirahasiakan dariku.


Pelan tetapi tentu kutingkatkan tekananku pada vaginanya. Bisa kurasakan bibirnya melebar menyambutku, ke- basahannya mengundangku masuk. Kehangatan vaginanya membungkus kepala penisku dikala saya menyeruak masuk. Saya terus memencet kedalam dengan pelan walaupun saya mau lekas melesakkannya kedalam dengan kilat segala batang penisku. Kesimpulannya bisa kurasakan bilik keperawanannya, batasan kesimpulannya selaku seseorang wanita buat jadi seseorang perempuan seutuhnya. Kupandangi ia pas di mata.


“ Sayang, ini hendak sedikit sakit, tetapi Papa janji sakitnya cuma sebentar saja.” kurasakan kakinya menjepit pinggangku lebih rapat dikala saya merobek pertahanan kesimpulannya. Kesimpulannya jebol pula bilik itu.


“ Aargh! Edan! Sakit, Pa!” katanya dengan mata yang berkaca- kaca. Vaginanya mencengkeram batang penisku, ototnya bereaksi pada penyelinap serta rasa sakit.


“ Tenang sayang, sakitnya hendak lekas lenyap.” serta kuteruskan memencet ke dalam hingga kesimpulannya terbenam seluruh di dalamnya. Saya diam sejenak, membiarkannya buat menyesuaikan diri.


“ Gimana? Udah baikan?” tanyaku. Ia anggukkan kepalanya.


“ Saya cuma merasa penuh, rasanya aneh. Tetapi pula terasa lezat berbarengan.”


Saya mulai menarik dengan pelan, cuma sebagian inchi, serta setelah itu mendorongnya lagi dengan lembut. Saya takut menyakitinya, tetapi dalam waktu yang sama saya tidak mau lekas menembakkan spermaku. Saya mau menikmati rasa vaginanya sepanjang bisa jadi. Kurasa ia mulai bisa menikmatinya, kepalanya mendongak ke atas serta matanya terpejam.


Kupercepat kocokanku, menariknya nyaris keluar serta menekannya masuk kembali dengan pelan, menikmati rasa kecil vaginanya pada penisku. Eva mulai memutar pinggulnya bersamaan hentakanku. Tempo serta nafsu kami terus menjadi bertambah kilat. Kurendahkan tubuhku serta mencium lehernya serta bahunya. Riap gerakan badan kami mengantarku terus menjadi dekat pada batasan akhir.


“ Ya Pa! Ya! Rasanya Eva nyaris hingga!”


“ Papa pula sayang!” . Memencet bertentangan arah dengannya berupaya sedalam bisa jadi dikala kuledakkan mani semprotan demi semprotan kedalam vaginanya. Bisa kurasakan cairan kami bercampur serta meleleh keluar dari vaginanya mengarah ke buah zakarku.


Badan Eva bergetar di bawahku, tangan serta kakinya mendorongku merapat padanya. Pelan kutarik serta kudorong lagi terus menjadi dalam padanya dikala persediaan spermaku kesimpulannya betul- betul kosong. Kutatap matanya kemudian menciumnya.


“ Eva, ini merupakan seks terbaik yang sempat Papa miliki.” saya kurang ingat jika kami tidak sendirian dikamar ini.


“ Saya dengar itu!” kata isteriku.


“ Kita hendak amati apa kita dapat mengganti anggapanmu itu!”


Dengan para gadis- gadis itu dalam kamar ini, saya sadar‘ 

Rabu, 04 Maret 2026

Cerita Seks Terkam Memek Cewek Temen ku Yang Mulus

  


Halo pembaca saya hendak menggambarkan sesuatu cerita yang mengenai pada diriku. Tetapi awal– tama perkenalkan namaku Rando dikala ini saya berusia 17 tahun tinggiku dekat 170 centimeter beratku 58 kilogram saya sangat suka sekali olahraga sehingga disekolah saya lumayan menonjol dalam bidang tersebut. Ayahku seseorang PNS tetapi dia kerapkali turut berbisnis dengan rekannya. Adikku wanita serta ia masih SMP kelas 3 ia berbeda 3 tahun dengan ku, Stefi namanya.


Sebaliknya ibuku namanya Lina ia cuma bunda rumah tangga tetapi dia kerap kali aktif di area sebab ia lulusan akademi besar yang lumayan populer. . Badan ibuku putih ke merah- merahan tingginya sekita 165 centimeter, beratnya dekat 63 kilogram rambutnya lurus, sebab bunda memanglah giat menjaga badannya.


Sebaliknya saya tidak dapat berangkat kemana mana sebab terdapat aktivitas ekskul ku ialah sepakbola yang hendak bersiap mengalami pertandingan antar sekolah. Pada sore hari itu saya usai berlatih sepakbola, saya kembali kerumah saya amati cuma terdapat bibi,” kemana bunda” pikirku,” ah sangat lagi berbaring” balasku pada pemikiranku itu, kemudian saya simpan tasku serta saya berangkat bergegas buat mandi. Ku lepaskan seluruh bajuku yang penuh tanah sebab bermain bola serta ku tutupi celana dalamku dengan handuk.


Penisku masih terbenam didalamnya, kutunggu sebagian dikala serta ku mulai lagi sampai sebagian kali di malam itu bisa jadi lebih dari 5 kali saya orgasme. Sehabis berakhir ke rapihkan seluruh carian yang melakat pada badan ibuku serta seprai, meski masih terdapat sebagian cairan disana saya tidak begitu hirau bila ibuku mengetahuinya hingga hendak ku katakan dengan terus cerah saja.


sepanjang 3 hari kedepan ibuku ku sudah jadi mainan untuk nafsu birahiku.. sampai sesuatu hari saya begitu ceroboh langsung melancarkan aksiku.. kala itu sebab telah percaya saya langsung menindih badan ibuku serta memasukan kemaluanku ke dalam Miss V ibuku selang sebagian dikala ibuku terbangun“ Rando! Astaga…apa yang kalian jalani!?” ceroboh serta bodohnya diriku..” aa.. nan.. Randoo… lagii..”, bunda mendesak tubuhku serta menamparku dengan keras tetapi dikala seperti itu insting dominan pria ku bangkit.


kemudian saya jelaskan kalau saya melaksanakan ini sebab saya sayang serta cinta pada ibuku sendiri, saya juga terangsang memandang ibuku yang begitu menawan kala lagi tidur terbuka belahan dasternya.. tidak terdapat iktikad jahat pada ibuku sendiri. ibuku cuma diam seakan tidak terdapat semangat, bisa jadi bunda begitu syok memandang kelakuan anaknya sendiri yang semacam ini tetapi ku lanjutkan saja aksiku ini semacam biasa. 


Besok harinya ibuku tengah memasak di dapur, ia sangat diam hari ini. kutanya“ bu, bibi kemana?”


“ lagi ke pasar” jawab ibuku dengan dingin


kembali nafsuku berdialog pada otakku memandang benjolan pantat bunda ku yang begitu gempal, kemudian ku datangi ibuku diam- diam serta dari balik ku masukan lengan ku ke dalam celemek bunda serta ku remas buah dada ibuku“ ahh..”


“ Rando kalian ingin apa lagi”


tanpa dibalas olehku langsung ku sedot saja bibir serta lidah ibuku.. awal mulanya menolak tetapi tenaga ku lebih kokoh, cerah saja saya seseorang atlit sepakbola di sekolahku. perlawanan ibuku melunak mengenali saya lebih kokoh. ku perosotkan saja daster bawahnya serta perosotkan pula celana boxer ku, tetapi saya tidak langsung memasukan ke Miss V ibuku.


“ Bu puting bunda membengkak ya..”


“…..” bunda cuma diam menahan rasa gairah serta pula rasa geli dari yang ku mainkan


“ Rando jadi ingat waktu kecil suka sekali menyusu ke bunda, susu ASI bunda sangat lezat buat Rando” dikala yg bertepatan ku hisap wangi dari shampo yang dipakainya


“…hhm.. mm….”


“ Rando ingin menyusu lagi sama ibu…”


“.. apa yang kalian katakan Rando.. aaaaaahhhh…” kala bunda bicara ku tekan buah dadanya dengan keras.


kulanjutkan perkataan tabu itu pada ibuku tetapi ibuku cuma diam saja, 5 menit setelah itu kaki ibuku mengejang dengan kokoh, badannya bergetar” aaaaahhhhhh….” teriak bunda dengan suara mendesah paraunya. bunda hendak orgasme lagi.. ku amati Miss V telah banjir nyatanya.. serta sehabis itu ku hentikan seluruh aksiku, saya melangkah mundur sebagian detik.


“ mengapa bu?”


“…Rando.. kalian..”


“ mengapa bu..”


“…” bunda cuma diam


“ jika bunda ingin bunda wajib mengatakannya! ataupun Rando ngga hendak melaksanakannya” ancamku, ataupun ku perkenankan ibuku termakan oleh gairahnya serta tidak terlampiaskan


Kemudian ku angkat dengan sekuat tenaga badan bunda ku yang begitu gempal, sehingga berat bunda benar– benar bertumpu pada diriku, tetapi kurasakan sensasi yang tiada tara, ku hirup buah dadanya dengan keras, kemudian ku tidurkan ibuku di meja makan, serta ku lanjutkan gerakanku,” aaahhh ahhhh…” kali ini Miss V bunda terus menjadi menyempit bisa jadi bunda telah ingin orgasme tetapi saya juga ingin keluar pula.” buuu…ahh.. Rando ingin keluar buu…”


“ jangan didalam Rando…”


“ tetapi ini lezat sekali buu… Rando mau sekali membagikan mani Rando ke rahim bunda..”


“ jangan Rando kalian telah edan..” sebab jengkel, ku hentakan dengan keras


“ aaaahhhhhh…..” teriak ibuku


“ pokoknya Rando ingin didalam”


“ Rando, dikala ini bunda lagi dalam masa produktif kalian ingin bunda berbadan dua anak kalian”


“ tidak apa apa bu Rando ingin memiliki anak dari bunda, Rando ingin bunda berbadan dua anak Rando” kemudian ku cium perut ibuku dimana letak Rahim


“ ibulah yang membuat Rando serta memiliki Rando dulu, bunda pula yang wajib berbadan dua dari anak yang bunda buat”


“ ahhhh.. ahhh… jangan Rando.. jangann….”


“ bunda tidak ingin..” ibuku berontak buat lepas dari peganganku


“ LINA!! diam kalian!!” kusebut namanya


“ Rando jangan edan kamuu…aaahhh…..”


kemudian ku tekan keras keras kedalam rahim ibuku sampai mentok, kukeluarkan seluruh spermaku di dalam rahim tempat bunda membuatku dahulu, badan bunda serta saya mengejang bertepatan” aaaahhhhhh…” teriak ibuku.. kemaluanku senantiasa kubenamkan didalam Miss V bunda. ku cium kembali mulutnya.


Selasa, 03 Maret 2026

CERITA MESUM ANAK REMAJA SEKOLAHAN

   


Mandi Bugil Bersama Sahabat Jembut Lebat

Perkenalkan Nama aku Heru, usia aku dikala ini 29 tahun. Aku telah menikah serta memiliki satu orang anak. Istri aku pula seumuran denganku namanya Lisa. Anak aku baru usia 3 tahun, serta ia baru masuk Playgroup. Nah, di sekolahan anak aku inilah, isteri aku tahu sama nyokapnya sahabat anak aku. Namanya Nita. Sesungguhnya sang Nita ini orangnya tidak cakep- cakep amat, yah, lumayan- lah. Bagi aku sih, mendingan isteri aku.


Makanya, sewaktu kenalan sama sang Nita ini, aku sama sekali tidak terdapat benak yang macam- macam. Hingga lama- kelamaan isteri aku mulai akrab sama sang Nita. Mereka kerap berangkat bersama. Nah, sesuatu hari, sang Nita telpon isteri aku buat ngasih ketahui kalau ia sekeluarga lagi bisa voucher menginap satu malam di suatu Hotel bintang 5 di Jakarta. Ia suruh isteri aku tiba buat berupaya fasilitas- fasilitas yang disediakan hotel tersebut. Nah, sebab terdapat kesempetan buat berenang, fitness serta lain- lain free, hingga aku berdua tidak menyia- nyiakan peluang ini. filmbokepjepang. com


Siangnya aku berdua nyusul ke hotel tersebut. Sesampainya di situ, aku berdua langsung mengarah ke kolam renang, sebab sang Nita telah janjian nunggu disana. benar aja, begitu ngeliat aku berdua tiba, sang Nita langsung manggil- manggil sembari melambaikan tangannya.


“ Hai Lis, Her..”


“ Hai Nit.. Mana suami sama anak kalian?” tanya isteri aku.


“ Biasa, dua- duanya lagi tidur siang tuh..” kata sang Nita.


“ Kalian berdua aja.. Mana anak kalian?”


“ Ya telah, saat ini gimana, kalian berdua ingin berenang tidak? Ataupun ingin Fitness aja?”


“ Langsung Fitness aja deh, Nit” filmbokepjepang. com


“ Mengapa Her.. Jangan bengong gitu dong, saat ini kalian yang musti buka handuk tuh,” kata isteri aku lagi.


Busyet.. Masa aku disuruh bugil di depan sang Nita sih? Tetapi sebab khawatir kalau- kalau nanti isteri aku berganti benak, langsung aja deh aku lepas handuk aku. Bersamaan dengan gerakan aku ngelepas handuk, aku amati sang Nita langsung membuang muka jengah.


“ Lho, mengapa Nit.. tidak apa- apa kok.. Tadi sang Heru pula ngeliatin body kalian, hingga terangsang tuh.. Amati deh,” kata isteri aku lagi sembari memandang burung aku. Kesimpulannya sang Nita ngelirik pula ke burung aku, serta.. Wah.. bawah burung kurang ajar, begitu diliatin 2 orang wanita, lama- lama tetapi tentu ia mulai bangkit. Pelan- pelan mengangguk- angguk, hingga kesimpulannya betul- betul tegang setegang- tegangnya. Wah, mokal banget deh, aku..


Sehabis sebagian lama, isteri aku nyatanya telah tidak tahan lagi.


“ Mari, Her.. Cepetan masukin.. aku telah tidak kokoh lagi nih..” pintanya memelas. Kesimpulannya berhubung aku pula telah tidak tahan lagi, aku cabut saja burung aku dari dalam mulut sang Nita, terus aku masukin ke dalam Miss V isteri aku. Akh.. betul- betul nikmat, sembari terus aku dorong keluar- masuk. Nita tidak tinggal diam, sembari meremas- remas buah dada isteri aku, ia terus ngejilatin buah Zakar aku. Wah.. rasanya betul- betul.. RUUAARR BBIIAASA! Tidak lama setelah itu, bisa jadi sebab telah sangat terangsang, isteri aku menjerit kecil.. Meneriakkan kepuasan.. Sehingga aku merasakan suatu yang sangat hangat di dalam lubang vaginanya. Memandang isteri aku telah berakhir, sang Nita langsung bertanya dengan wajah harap- harap takut.


“ Ngg.. Saat ini aku boleh tidak ngerasain tusukan suami kalian, Lis?”


“ Pasti aja boleh, Nit..” jawab isteri aku sembari mencium bibir sang Nita. Menemukan lampu hijau, Nita langsung mengambil burung aku yang telah lengket( tetapi masih tegang benar) terus dibimbingnya ke dalam lubang vaginanya yang ditutupi semak belukar.


“ Aaakkhh..” desis sang Nita sehabis aku dorong burung aku pelan- pelan.


“ Mari, Her.. Terus, Her.. I Love You..” kelihatannya sang Nita betul- betul memperoleh kenikmatan yang luar biasa. Sembari aku goyang- goyang, isteri aku menjilati teteknya sang Nita.“ Aduh, Lis.. Her.. I love you both..”


Pokoknya sepanjang aku serta isteri aku bekerja, mulut sang Nita mendesis- desis terus. Setelah itu, bisa jadi sebab isteri aku tidak ingin ngedengerin desisan sang Nita terus, kesimpulannya ia bangun serta memusatkan vaginanya ke muka sang Nita. Hingga kira- kira 10 menit kita bertiga dalam posisi semacam itu, kesimpulannya aku telah betul- betul tidak tahan lagi.. serta.. ahh.. aku merasakan desakan sang Nita menegang, akhh.. Kesimpulannya jebol pula pertahanan aku. Serta dikala yang berbarengan kita bertiga merasakan sesuatu sensasi yang luar biasa.. Kita bertiga silih merangkul sekuat- kuatnya, hingga.. Aahh..


“ Ha.. ha.. ha.. Sama, Nit.. aku pula betul- betul merasakan nikmat yang yang tidak sempat aku bayangin lebih dahulu. Sayang suami kalian tidak turut yah, Nit,” kata isteri aku. filmbokepjepang. com


“ Gimana jika kapan- kapan kita ajak suami kalian sekaligus, boleh tidak, Nit?”


“ Benar Lis.. Ilham yang bagus, tetapi kita tidak boleh ngomong langsung, Lis.. Musti kita pancing dahulu..” kata sang Nita.


“ Sepakat,” sahut isteri aku.


“ Gimana Her.. Boleh tidak?”


Buat sesaat aku tidak dapat menanggapi. Bayangin, masa aku musti berbagi isteri aku sama suaminya sang Nita? Rasanya perasaan cemburu aku tidak rela. Tetapi, ngebayangin sensasi yang hendak terjalin jika kita main berempat sekalian.. Wah..


“ Boleh, nanti kalian atur yah, Nit.. Supaya aku dapat ngerasain lagi hangatnya lubang Miss V kalian.. Ha.. ha..” kesimpulannya aku menyetujui.


Senin, 02 Maret 2026

Cerita Doni Memperkosa Istri Orang

 Cerita Sex Selingkuh Ngentot Istri Orang


Dalam kondisi biji mataku senantiasa kujepitkan pada sela jendela itu buat memandang lebih jelas lagi kondisi dalam rumah itu, dibenak aku timbul ciri tanya apa itu badan istrinya Azis ataupun Azis sendiri ataupun orang lain. Apa orang itu tertidur pula sehingga tersingkap busananya ataupun memanglah terencana telanjang bundar. Apa dia lagi melihat kegiatan Televisi ataupun lagi memutar VCD porno, karena sedikit terdengar terdapat suara Televisi seakan film yang diputar.


Pertanyaanpertanyaan seperti itu yang senantiasa mengusik pikiranku hingga kesimpulannya saya kembali ke depan pintu semula serta berupaya mengetuknya kembali. Tetapi baru saja sekali aku ketuk, pintunya tibatiba terbuka lebar, sehingga saya sedikit kaget serta lebih kaget lagi sehabis melihat kalau yang berdiri di depan pintu merupakan seseorang perempuan muda serta menawan dengan baju sedikit terbuka sebab badannya cuma ditutupi kain sarung. Itupun cuma bagian bawahnya saja.


Selamat siang, kembali aku ulangi kalimat penghormatan itu.


Ya, siang, jawabnya sembari memandang wajah aku seakan malu, khawatir serta kaget.


Dari mana Pak serta cari siapa, tanya perempuan itu.


Maaf dik, numpang tanya, apa betul ini rumah Azis, tanya aku.


Betul sekali pak, dari mana yah? tanya perempuan itu lemah lembut.


Aku tinggal tidak jauh dari mari dik, aku mau ketemu Azis. Dia merupakan sahabat lama aku sewaktu kami samasama duduk di SMA dahulu, lanjut aku sembari menyodorkan tangan aku buat menyalaminya. Perempuan itu mebalasnya serta tangannya terasa lembut sekali tetapi sedikit hangat.


Oh, yah, syukur jika begitu. Nyatanya dia memiliki sahabat lama di mari serta dia tidak sempat ceritakan padaku, perkataannya sembari mempersilahkanku masuk. Sayapun langsung duduk di atas sofa plastik yang terdapat di ruang tamunya sembari mencermati kondisi dalam rumah itu, tercantum letak tempat tidur serta TVnya guna mencocokkan dugaanku sewaktu mengintip tadi


Sehabis aku duduk, aku bernazar menanyakan hubungannya dengan Azis, tetapi dia terlihat buruburu masuk ke dalam, entah dia ingin berpakaian ataupun mengambil sesuatu hidangan. Cuma berselang sebagian dikala, perempuan itu telah keluar kembali dalam kondisi berpakaian sehabis sebelumnya tidak mengenakan pakaian, apalagi dia bawa secangkir kopi serta kue kemudian diletakkan di atas meja kemudian mempersilahkanku mencicipinya sembari tersenyum.


Maaf dik, jika boleh aku tanya, apa adik ini kerabat dengan Azis? tanyaku penuh kekhawatiran kalaukalau dia tersinggung, walaupun aku semenjak tadi menebak jika perempuan itu merupakan istri Azis.


Aku kebetulan istrinya pak. Semenjak 3 tahun kemudian aku melakukan perkawinan di Kalimantan, tetapi Tuhan belum mengaruniai seseorang anak, jawabnya dengan jujur, apalagi pernah dia cerita panjang lebar menimpa latar balik perkawinannya, asal usulnya serta tujuannya ke Kota ini.


Sehabis aku menyimak ulasannya menimpa dirinya serta kehidupannya bersama Azis, aku bisa mengambil kesimpulan kalau perempuan itu merupakan suku di Kalimantan yang asal usul keturunannya pula berasal dari suku di Sulawesi. Dia kawin dengan Azis atas bawah jasajasa serta budi baik mereka tanpa didasari rasa cinta serta kasih sayang yang mendalam, semacam halnya yang mengenai keluarga aku.


Dia senantiasa berupaya serta berjuang buat menggali nilainilai cinta yang terdapat pada mereka berdua siapa ketahui nanti dapat dibentuk.


Jika ke kampung umumnya jam berapa datang di mari, tanyaku lebih lanjut.


Dekat jam 8. 00 ataupun 9. 00 malam, jawabnya sembari menoleh ke jam bilik yang bergantung dalam ruangan itu. Sementara itu dikala ini tanpa terasa jarum jam telah menampilkan jam 7. 00 malam.


Tidak lama sehabis itu, dia nampaknya buruburu masuk ke ruang dapur, bisa jadi dia ingin mempersiapkan makan malam, tetapi aku teriak dari luar jika aku baru saja makan di rumah serta melarangnya dia repotrepot mempersiapkan makan malam.


Tetapi dia senantiasa menyalakan kompornya kemudian memasak seakan tidak menginginkan saya kembali dengan kilat. Tidak lama setelah itu, iapun kembali duduk di depan aku melanjutkan perbincangannya. Sayapun tidak kehilangan bahan buat menemaninya. Mulai dari soalsoal pengalaman kami di kampung sewaktu kecil sampai soal rumah tangga kami masingmasing.


Ti.. Ti.. Dak bisa jadi aku jalani itu dik, tetapi emangnya jika aku ngintip mengapa? kataku terbatabata, maklum aku tidak biasa bohong.


Tidak permasalahan, hanya itu tadi, aku jika tidur tidak sering gunakan busana, terasa panas. Tetapi perasaan aku berkata jika terdapat orang tadi yang mengintipku melalui jendela sewaktu saya tidur.


Makanya aku terbangun bertepatan dengan ketukan pintu ayah tadi, ulasnya curiga tetapi senantiasa dia ketawaketawa sembari memandangiku.


Meter.. Mmaaf dik, sejujurnya aku pernah mengintip melalui sela jendela tadi berhubung aku sangat lama mengetuk pintu tetapi tidak terdapat jawaban. Jadi aku mengintip cuma buat membenarkan apa terdapat ataupun tidak terdapat orang di dalam tadi.


Aku tidak memiliki iktikad apaapa, kataku dengan jujur, siapa ketahui dia betul melihatku tadi, saya dapat dikatakan pembohong.


Jadi apa yang ayah amati tadi sewaktu mengintip ke dalam? Apa ayah pernah melihatku di atas tempat tidur dengan telanjang bundar? tanyanya penuh selidik, walaupun dia masih senantiasa senyumsenyum.


Aku tidak pernah memandang apaapa di dalam kecuali cuma kilatan sinar Televisi serta sepotong kaki, tegasku sekali lagi dengan terus cerah.


Tidak apaapa, aku yakin perkataan ayah saja. Lagi pula sekiranya ayah melihatku dalam kondisi tanpa busana, ayah tentu tidak heran, serta bukan soal baru untuk ayah, sebab apa yang terdapat dalam badan aku pasti sama dengan kepunyaan istri ayah, yah khan? ulasnya penuh canda. Kemudian dia berlari kecil masuk ke ruang dapur buat membenarkan apa nasi yang dimasaknya telah matang ataupun belum.


cerita sex, cerita sex, cerita sex, cerita sex, cerita sex, cerita sex, cerita sex, cerita sex,


Minggu, 01 Maret 2026

Cerita Sex Aku Di Belai Di Saat Aku Sedang Memasak

   


Ila berdiri serta kami bersalaman; hatiku sangat bersyukur. Lekas saya memahami diri serta memperkenalkan diri kalau saya merupakan Steering Comitte dari sesuatu seminar internasional menimpa Area Hidup serta berminat menyewa 50 kamar serta ruang persidangan buat seminggu penuh.


Mila menarangkan biayanya serta menanyakan kapan acaranya hendak diawali. Singkatnya urusan detil seminarku telah beres( sementara itu seminar itu rekayasaku belaka). Mila menarangkan panjang lebar tentang paket seminar dengan seluruh fasilitasnya sembari sesekali melemparkan senyum manisnya,. saya terus menjadi kagum, kemudian..


Gimana jika proposalnya dapat Dik Mila antarkan ke hotel Ane?” umpanku sembari menyebut hotel tempatku tinggal.


“ Kenapa Ayah tidak tinggal di mari?” tanya Mila.


“ Boleh saja,.!” jawabku sembari mengharapkan‘ pelayanan’ yang lain.


“ Ane bookingkan ya Pak,!” 


Mila tidak menawan, ia menarik serta mempesona. Kemudian Mila berjanji hendak membawakan proposalnya esok jam 10. 30 pagi.


Keesokannya telpon di kamar suiteku berbunyi, oh warnanya Mila telah tiba.


“ Mila ingin langsung ke atas? Ini kamar suitenya bagus lho, terdapat istri Ane pula, supaya Ane kenalkan sekaligus!”


“ Oh ya, kebetulan Ane belum sempat amati kamar suite di hotel ini, sebentar aja ya


Pak” sahut dari seberang telpon. Hingga di suite roomku, saya silakan Mila duduk. Mila nampak sangat manis dengan senyumnya yang memesona.


Hari ini Mila menggunakan blus bercorak biru cerah mengkilap berlengan panjang dengan model kerah shanghai dengan kancing putih yang berbaris apik dari leher sampai hampir ujung bajunya, mengenakan rok gelap dan menggenggam HP Nokia 3650 warna Biru Kuning, di pergelangan tangan kirinya terdapat arloji berupa gelang. Di tangan kanannya terdapat karet pengikat rambut bercorak gelap, serta kutawarkan minuman, ia memilah apple jus kesukaannya.


Kutuangkan dalam gelas yang telah kucampur obat tidur yang kubeli kemarin dari toko obat Eng Tay Ho di Malioboro.


“ Bunda di mana Pak,” tanya Mila seraya meminum juicenya


“ Oh, terdapat di kamar mandi..”


“ Buu,.. buu..!” teriakku seolah- olah terdapat ia di situ.


Centimeter di atas lutut, serta terakhir CD merek Sloggy yang terlihat bersih. Katanya yang sangat mutahir itu yang dari Jepang namanya Karada. Teorinya dari tubuh dahulu, tetapi saya khawatir ia terbangun, jadi biaraman tangannya dahulu.


Mila meronta- ronta menggerakkan tangannya berupaya buat membebaskan ikatannya, tetapi hasilnya merupakan jalinan di buah dadanya terus menjadi menyakitkan, pula putingnya jadi tertarik oleh jepitan pakaian serta menaikkan rasa sakit. Judi Poker Online


Masih belum puas saya meneteskan parafin panas pada jarak 40 centimeter dari buah dadanya, nyatanya dia tidak sangat kesakitan hingga kudekatkan jadi jarak 20 centimeter dia menggeliat, meronta mmh,.! ugh,.! terus menjadi terikat serta kian sakit serta dia sudah melewati entah orgasme yang keberapa kalinya lewat tali yang melilit lewat Miss V serta anusnya. Cerita ngewe


Kesimpulannya Mila terlihat memelas sekali semacam memohon diampuni, bisa jadi sebab telah sangat letih meronta- ronta serta orgasme.


Matanya mengedip lemah. Tetapi saya belum puas, saya berganti benak, terlebih buah zakarku yang sangat bergairah telah menunjuk- nunjuk ke Mila! sehingga Mila terlentang dalam posisi tangan terikat ke balik sedangkan kakinya terikat terlentang.


Masuk, keluar, masuk, keluar, berulang kali sampai spermaku muncrat. Saya terbaring lunglai, di atas badan Mila yang berbusana tali itu, sehabis menggapai puncaknya,


“ Good Girl” kataku sembari memegang kepalanya semacam saya menyayang- nyayang anjing keAnenganku sang Bonci.


Mila pingsan tidak sadarkan diri.


Lekas saya mensterilkan badannya sekedarnya dengan handuk yang kubasahi, memakaikan pakaiannya lengkap dengan blus biru kerah shanghainya, mengancingi blusnya berentetan apik. Memakaikan CD sehabis spermaku kubersihkan.


Saya ubah ikatannya dengan lakban perak, meliliti badannya yang berbusana, membelenggu kembali tangannya kebelakang, kakinya saya satukan lagi dengan lakban yang sama, kaki yang bersepatu yang sexy( itu sebutannya di e- mail) itu saya kulum dengan gemas.


Membenarkan tangan kakinya telah terikat, dan mulutnya telah tersumbat, saya utak atik HPnya mencari ketahui no HPnya kemudian dan merta mematikannya, kulihat banyak miss call serta SMS, sebagian dari GMnya


Sales Call, posisi?” terdapat 4 SMS yang bernada seragam. Kumatikan HPnya biar ia jangan hingga dapat SMS buat memohon tolong, pula saya cabut kabel telpon di kamarku.


Matanya kutatap, berkaca- kaca, Mila meronta- ronta kali ini apa energi lakban perak telah mengikat erat serta merekat di badannya, Mila menangis tersedu- sedu, putus asa serta pasrah.


Keesokan harinya, waktu menampilkan jam 6. 00 pagi. Saya tinggalkan ia di kamarku dengan badannya yang berbusana tetapi senantiasa terikat lilitan lakban perak, kubiarkan ciri Do Not Disturb menggantung di pintu kamarku. Saya langsung kembali ke Bandung dengan KA Argowilis.


Di KA sembari menikmati hasil rekaman video pada laptopku, saya mempersiapkan cerita ini serta kukirimkan kepadanya melalui e- mail sehingga ia ketahui siapa sesungguhnya yang‘ sudah memperkosanya’. Entah gimana ia dapat membebaskan ikatannya, jadi teka- teki sendiri. Cerita ngewe


Sabtu, 28 Februari 2026

MEMPUNYAI TETANGGA JANDA YANG CANTIK DAN SEXY

 



Warto Adalah seorang pria lajang asli banyumas yang berprofesi sebagai seorang penarik gerobak sayur disebuah pasar tradisional dibilangan jakarta selatan. Berperawakan sedang ukuran rata-rata, tinggi tidak, pendek tidak, jelek nggak, cakep pun ngga, kulit sawo matang cenderung hitam agak berminyak, karena profesi sebagai penarik gerobak postur tubuh menjadi ideal tanpa fitness, maklum seorang penarik gerobak lebih banyak menggunakan otot ketimbang otak, sehingga secara tidak sengaja otot akan terbangun dengan sendirinya. FILMBOKEJEPANG.COM

Jam kerja warto jam 3 sore hingga jam 12 malam melayani para pedagang-pedagang pasar membawa barang dagangan atau pembeli membawa pulang barang belanjaan. Dari sekian banyak langganan warto ada seorang pedagang sayuran dan bumbu dapur bernama narti yang begitu dekat dengan warto karena kebetulan pangkalan gerobak warto berada didepan counter atau tepatnya lapak dagangan mbok narti. Hubungan bisnis mereka tergolong dekat sampai-sampai pembayaran ongkos gerobak dibayar bulan oleh mbok narti.

Mbok narti berasal dari salah satu desa di indramayu, kulitnya hitam berwajah manis, dengan tinggi sedang tetapi memiliki sepasang buahdada ideal yang sering membuat mas warto melihat dengan sudut matanya, ukuran cukup mantap sekitar 34 atau 35. Telah bersuami bernama mas tarsica yang tinggal dikampung mengurus sawah dan bebek hasil berjualan narti di kota. Narti pun menyadari kalau Warto sering melirik kepadanya, tetapi dia tidak begitu mempedulikan bahkan cenderung semakin berani mengekspos bagian-bagian tubuhnya yang dapat mengundang hasrat birahi Warto, malah kadang tatapan Warto dan Narti seringkali bertemu yang akhirnya mereka saling senyum tanpa mengerti arti kejadian tersebut.filmbokepjepang.com

Pada suatu pagi Warto mendapat telpon dari pamannya di kampung yang mengabarkan bahwa bude Sakem membutuhkan biaya untuk berobat karena sakit. Bude Sakem adalah orang yang menbesarkan Warto ketiga dia ditinggal oleh orang tuanya transmigrasi ke Lampung. Warto memang dekat dengan budenya yang satunya ini karena ia ingin membalas jasa budenya. Warto bingung karena saat ini ia tidak memiliki uang. Uang dikantong hanya cukup untuk makan nanti siang.

Dalam kebingunganya Warto teringat relasinya dipasar yah Narti, ia akan mencoba meminjam uang kepadanya, atau paling tidak ia mencoba meminta bayaran gerobak dimuka sehingga ia dapat segera mengirim uang tersebut kebudenya yang sedang sakit di kampung. Bergegas ia menuju rumah petakan Narti yang terletak di belakang pasar tempat ia berdagang. Kontrakan Narti merupakan rumah petakan kumuh terbuat dari tripleks dan dicet apadanya, rapat dan berhimpatan satu dengan lainnya. Petakan ini memang kebanyakan dihuni oleh sesama pedagang dipasar. filmbokepjepang.com

Tidak berapa lama Warto tiba dipetakan Narti, suasana petakan sepi karena jam segini sekitar jam 9 sampai jam 11 kebanyakan penghuni pergi ke pasar induk kramat jati untuk membeli barang dagangan. ceritasexdewasa.org Warto sedikit cemas, jangan-jangan Narti juga pergi belanja ke pasar induk. Dengan ragu-ragu Warto mencoba mengetuk pintu petakan Narti, sepi tidak terdengar jawaban, kembali Warto menjadi ragu apakah Narti ada di petakan. Ia kembali mencoba mengetuk pintu, tidak juga ada jawaban, ketika Warto mulai merasa putus asa, terdengar suara penghuni sebelah petakan, seorang nenek tua, ibu dari seorang pedagang di pasar yang juga Warto kenal mengatakan bahwa Narti sedang mandi di MCK dekat musola sekitar 25 meter dari petakan Narti.

”Tunggu aja di dalam mas, mbak Narti sebentar lagi juga selesai” ujar nenek tetangga Narti.
”Baik nek, tak tunggu disini aja” jawab Warto dengan logat jawanya yang dihaluskan karena menghormati nenek.

Dengan perasaan galau Warto menunggu Narti, tidak begitu lama Warto menunggu terlihat Narti tergopong berjalan setengah berlari sambil menutupi bagian dadanya yang nampak tercetak dua bukit kembar karena Narti tidak menggunakan handuk melainkan menggunakan daster tidurnya yang telah tipis apalagi setengah basah kena air ketika ia mandi di MCK tadi.

”Weh ada mas Warto, ada apa mas tumben kesini, ada perlu sama aku” Narti nyerocos sambil tetap bejalan menuju pintu petakannya
”Ya.. mbak.. aku ada perlu nih” Narti menyuruh Warto masuk kepetakannya, karena ia tidak enak bicara diluar, ia berpikir tidak mungkin mas Warto pagi-pagi begini kepetakannya kalau tidak ada perlu apalagi Narti melihat wajah Warto tampak sedih.
”Ada apa Mas, sepertinya lagi sedih nih” tanya Narti
”Aku butuh uang Mbak budeku dikampung sakit, beliau minta aku mengirim uang untuk biaya berobat”, mata Warto tidak lepas dari cetakan dada yang amat jelas didada Narti.

Dasar, wong lagi bingung kok matanya tetap ke ”susuku” pikir Narti.

”Sakit apa” Narti mencoba menyakinkan, dengan tidak berusaha lagi menutupi cetakan susunya seperti tadi saat ini berlari dari MCK menuju petakannya.

Pikirnya toh mas Warto sering juga menatapnya pada saat ini berdagang.

”Saya nggak tau, tapi mereka meminta saya mengirim uang untuk berobat, mba boleh saya minta bayaran gerobak untuk bulan depan mbak” dengan setengah menunduk Warto mengungkapkan maksudnya kepada Narti.
”Mas Warto butuh berapa” tanya Narti filmbokepjepang.com
”Ya sejumlah bayaran upah saya aja, mba, 185 ribu” jawab Warto dengan masih tetap menunduk.
”Sebentar ya mas” Narti beranjak ke balik hordeng biliknya, entah apa yang akan dilakukan Warto bertanya-tanya
Sejenak Warto dapat menilik benda-benda yang ada di petakan Narti, sebuah termos, 2 buah gelas kaca yang sudah tidak bening lagi, sebuah kasur butut dan radio kecil serta sebuah changer hp masih menempel di stop kontak. Dan apa itu, sebuah BH dan celana dalam yang rendanya mulai terurai benangnya milik Narti tergantung di jemuran di dalam petakan, mungkin malu kalau di jemur di luar. Warto mengenali BH tersebut karena sering digunakan oleh Narti.

”Ini mas 200 ribu, aku buletin uangnya, sekalian aku membantu mas yang lagi ketimpa musibah, mudah-mudahnya bude Sakem cepat sembuh” suara Narti mengejutkan Warto yang sedang browsing sekitang petakan Narti.
”Aduh terima kasih mbak” mata Warto bersinar-sinar karena Narti berkenan menolongnya.
”Uang ini saya titipkan pada Yanto, tukang ketoprak tetangga kampungku yang kebetulan nanti sore akan pulang kampung”.
”Ya sudah cepat sana, nanti keburu Yanto tidak ada” ucap Narti
”Tanpa ba-bi-bu Warto segera kerumah Yanto, situkang ketoprak yang akan pulang kampung.
”Yan… ini aku titip buat bude Sakem yang sedang sakit 190 ribu rupiah, yang 10 ribu untuk nambahin ongkos kamu, sekalian salam dan katakan aku belum bisa pulang ”

Adalah menjadi kebiasaan dilingkungan Warto, saling menitip uang apabila ada seorang kerabat, tetangga kampung atau teman yang akan pulang kampung. Warto juga telah beberapa kali dititipi oleh Yanto. Memang mereka tidak mengenal adanya transfer uang lewat bank.

”Baik nanti aku sampaikan To… wis kamu ndak usah bingung, semoga nggak ada apa-apa” ucap Yanto.

”Terima kasih To..hati-hati ya.” Warto berucap sambil permisi kepada sahabatnya yang telah berkenan menerim titipan uang darinya untuk bude yang sedang sakit dikampung.

Kembali terbayang wajah bude Sakem, wajah yang teduh dan rela mengurus dan menganggapnya sebagai anak, wajah yang penuh kedamaian. Bagiamana budenya mengajarnya setiap malam, bagaiamana budenya menemani saat ia makan, semua kembali terbayang. Tapi karena faktor usia, saat ini beliau sedang tergolek lemah di kampung.

Tiba-tiba ingatannya kembali ke Narti, ia belum mengucapkan apapun kepadanya apalagi terima kasih setelah ia menjadi dewa penolong baginya. Warto kembali menuju petakan Narti, untuk mengucapkan terima kasih atas pertolongan yang telah ia berikan.

Tidak berapa lama Warto telah tiba dimuka petakan Narti, Warto langsung menyeruak masuk tanpa mengetuk lebih dulu. Terbelalak Warto melihat pemandangan yang nampak di dalam, saat itu Narti sedang mengeringkan badannya dengan daster tipis sebagai pengganti handuk. Narti hanya menggunakan handuk untuk menutupi kemaluannya, sedangkan dua buah bukit kembarnya tertutup BH warna putih cenderung sudah menjadi cream yang tampaknya tidak dapat menampung isinya. Warto tidak pernah membayangkan kalau payudara Narti begitu indahnya besar, putih dan masih seperti orang belum bersuami, mungkin karena jarang disentuh oleh suaminya

Mereka berdua terkesima, Warto terbelalak menyaksikan pemandangan tersebut sedangkan Narti hanya diam seribu basa karena tidak tau apa yang harus dilakukannya.

Tiba-tiba kedua mata mereka saling bertemu satu dengan yang lainnya, saling bertatapan dengan tetap tanpa suara, saat itu naluri sebagai manusia yang bicara, Warto mendekat sementara Narti masih tetap diam tanpa bahasa, sementara bibir Warto mulai mendekat bahkan dekat sekali ke kening Narti.
.
Narti merasakan hembusan birahi Warto, akhirnya ia merasakan sebuah ciuman lembut mendarat dikeningnya, ia memejamkan mata tak tau harus menikmati atau apa yang harus dilakukan sementara, karena lembutnya kecupan Warto, birahinyapun mulai terusik, apalagi setelah kecupan Warto turun ke pipi kemudian terus turun menelusur hingga sampai pada bibirnya.

Hangat sekali kecupan Warto, kecupan yang memang telah lama tidak ia rasakan, lidah Warto lincah bermain di dalam mulutnya yang mau tidak mau mengundang hasratnya untuk melayani permainan lidah dan bibir Warto.

Tangan kanan Warto mulai menelusuri bagian belakang Narti yang memang tidak terbungkus apa-apa hanya seutas tali BH yang masih menggantung disana, diusapnya lembut pinggung dan pantat Narti, kemudian tangan kirinya mulai menelusur diperut Narti sehingga menimbulkan sensasi yang tidak terkira bagi pemiliknya

Ehhhh…………..Narti berguman menikmati usapan dan belaian serta kecupan bibir Warto, ditambah lagi tangan kiri Warto semakin mendekati dua bukit kembar miliknya yang masih terbungkus BH, sensasi yang dirasakan semakin nikmat. Tangan kanan Warto naik dari pantat menuju pengait tali BH Narti dan dengan sentuhan halus, BH itu sudah terlepas dan meluncur turun sampai tertahan oleh handuk penutup kemaluan Narti.

Tampaklah oleh Warto dua bukit kembar milik Narti yang kini bebas menggantung tanpa penghalang. Warto semakin bersemangat dari semula mengusap, membelai kemudian kini sudah sampai pada tahap meremas, apa saja yang ia remas pantat, perut, pinggul hingga payudara Narti tidak luput dari remasannya. Hal ini semakin memuat Narti tidak berdaya, ia benar-benar dimabuk nafsu yang dibangkitkan oleh Warto seorang penarik gerobak langganannya. Ia tidak ingat lagi suaminya dikampung, ia lupa segalanya.

Sedikit demi sedikit Warto mendorong tubuh Narti ke arah kasur butut milik Narti yang hanya menurut saja oleh dorongan tubuh Warto hingga ia menurunkan tubuhnya dan duduk dikasur. Warto mengikuti gerakan Narti menuju tempat tidur mulutnya kini bermain lincah memainkan puting susu Narti. Seakan tidak puas hanya mengecup dan mengisapnya tanggan kirinyapun ikut membantu meremas-remas bukit kembar milik Narti.

Dengan dorongan Warto kini tubuh Narti sudah tergolek dikasur tanpa penutup dada hanya handuk yang tidak mampu lagi menutupi kemaluannya karena tersingkap oleh gesekan-gesekan tubuh mereka.

Kebiasaan Narti, sehabis mandi ia hanya menggunakan handuk sebagai penutup barang miliknya yang paling berharga tanpa celana dalam, sedangkan bagian dada hanya dibungkus BH (mending BH-nya bagus). Kebiasaan berpakaian seperti ini kerap ia lakukan sambil beraktivitas di petakannya.

Kebiasaan seperti ini memudahkan Warto untuk melakukan aksinya. Kembali ia mengecup bibir Narti yang memang sudah menunggu aksi Warto berikutnya. Gejolak birahi yang dirasakan segera menghempas segalanya. Statusnya sebagai istri dari Tarsica seorang petani dan pemelihara bebek di kampung tidak lagi ia ingat. Apalagi tangan kanan Warto mulai membuka handuk lusuh satu-satunya yang masih ia kenakan sebagai penutup kemaluannya.

Dengan sekali tarik, tampaklah oleh Warto kemaluan Narti dihadapannya, rambut kemaluan yang tebal berwarna hitam tampak acak-acakan tak terawat menutupi bibis vagina milik Narti. Pantulan cahaya matahari yang menerobos lewat celah dinding petakan Narti membantu memberikan penerangan bagi Warto untuk sejenak mengamati kemaluan Narti. Ia kagum dengan Narti kemaluan Narti yang tampak menonjol persis kue apem yang adonananya sempurna.

Mas…mas..mas… ehm..ehh..ehh desahan Narti semakin tidak menentu, hal ini semakin memacu birahi Warto, dari pelan kemudian sedang kemudian cepat secara berulang-ulang Warto menghujamkan kelaminnya kedalam vagina Narti. Uhg..uhg..mba..mba..Warto mulai menimpali desahan Narti diiringi dengan dengus nafasnya laksana banteng ketaton.

Terasa oleh Warto Narti mengangkat tubuhnya semakin tinggi dan gerakan kepalanya kekiri dan kekanan semakin cepat ditambah lagi dengan desahannya yang semakin tidak menentu, menandakan puncak birahinya akan segera tercapai. Mas…mas..aku..aku..ahhhhhhhhh. akhirnya meletuslah lahar birahi kenikmatan Narti. Kedua tangganya menarik kencang tubuh Warto agar menghimpit tubuhnya sambil menjerit perlahan menandakan kenikmatan yang tiada terkira.

Sementara Warto juga mulai merasakan hasratnya akan segera terpenuhi, dengan kecepatan maksimal ia mamacu menaikturunkan tubuhnya menindih tubuh Narti yang nampak tak berdaya setelah mengalami orgasme. Keringat mengucur deras hari tubuh hitamnya eh..eh..ehhhhh aku keluar mba…ahhhh. Tak terbayangkan nikmat yang dirasakan Warto, terasa dari ujung jari kaki sambil keubun-ubun ia rasakan, sejenak ia terdiam dengan tetap menindih tubuh Narti yang juga ikut menikmati semburan sperma Warto di rahimya. Nafas Warto tidak menentu, seluruh tenaganya terkuran diakhir permainan tadi.

Keduanya nampak terkulai lemas, setelah menikmati permainan mereka, Narti nampak terdiam sementara Warto tidak tau apa yang harus ia ucapkan. Akhirnya keduanya tertidur dengan tubuh masih telanjang tanpa sehelai benangpun.

Narte…Narte….Narte…sayup-sayup Narti mendengan seorang memanggil namanya, antara sadar dan tidak sadar sperti bermimpi. Narte…Narte….Narte kembali terdengan suara panggilan dengan logat Batak yang kental, keduanya terbangun Narti tersentak begitu juga dengan Warto.

Setelah berulang kali barulah Narti bangun membuka pintu petakan tempat tinggalnya, dengan pakaian sekenanya, yaitu kain jarik panjang yang biasa digunakan untuk membawa dagangannya, rupanya si Butet yang datang hendak menagih uang cicilan yang harian utang Narti kepadanya. Butet layaknya bank keliling dipasa tempat Narti berdagang, ia meminjamkan sejumlah uang kepada para pedangan dan dicicil setiap hari, minggu atau bulan tergantung perjanjian, jangan tanya soal besaran bunga, pasti lebih besar dari bank, tapi para pedangan lebih suka ke si Butet ketimbang ke Bank, karena prosedur mudah, cepat dan tidak perlu KTP, KK dan Slip Gaji (he..he.. pengalaman kredit di bank nih).

Ia menyodorkan uang Rp. 15.000 kepada si Butet.

”Siang-siang begini rupanya tidur kau” seru Butet masih dengan logat yang Batak yang kental.

Narti hanya tersenyum sambil kembali menutup pintu, meninggalkan kebingunan Butet.

”Bah…malas kali kau rupanya” omel Butet.

Lain hal dengan Narti, sejenak ia kembali ketempat mereka bertempur tadi, dikasur tipisnya tidak lagi ia temui Warto, tetapi hanya sebuah kaos kucel dan kusut berlambang caleg masih, kemanakah gerangan Warto. Belum hilang kebingungan Narti, Warto muncul dari belakang lemari plastik bergambar kembang yang sudah bolong disana-sini milik Narti. Rupanya Warto bersembunyi disana saat tadi si Butet datang, ia takut kalau-kalau butet melihatnya sedang berada di patakan Narti, pasti kacau urusan.

Narti memandang Warto yang muncul dari balik belakang lemari dengan pakaian setengah telajang dan menyadari kondisi tubuhnya yang masih tanpa mengenakan penutup kecuali jariknya. Barulah ia sadar akan apa yang terjadi, ia telah menghianati suami, telah menyerahkan sesuatu yang seharunya hanya ia berikan kepada suaminya tidak kepada Warto, menunduk ia sambil menangis.

Sementara Warto tidak tau apa yang harus dilakukan,

”maafkan aku mbak…maafkan aku, hanya itu yang keluar dari mulut Warto. Narti masih saja tertunduk sambil menangis, keduan tangannya diletakkan diatas pahanya. ”Kamu nggak salah Warto, aku yang salah”. Keduanya kembali terdiam.

Warto mencoba kembali menbangun kekakuan suasana dengan mendatangi Narti dan membelai rambutnya, lembut sekali warto melakukan itu, berulang-ulang tangannya mengusap rambut Narti, pundak dan belakang tubuh Narti yang duduk menggeloso dilantai.

”aku minta maaf mba” sekali lagi Warto berucap lirih.

Narti menjatuhkan kepalanya didada Warto sambil mengangkap kepalanya dan berucap sama sperti yang ia ucapkan tadi.

”Kita sama-sama bersalah Warto” tambahnya.

Seksi sekali bibir Narti saat mengucapkan itu dimata Warto, ingin sekali ia mengecup bibir seksi itu, tapi ia masih ragu karena Narti masih menenteskan air mata. Sementara belaian tangan warto di kepala pundak dan belakang tubuhnya kembali mengusik birahi Narti yang memang sudah lama tidak tersentuh suaminya. Setan terus menggoda membisikkan kata-kata birahi kepada keduanya.

“mas…mas…mas Warto sekarang, aku nggak tahan”. Narto menrorong tubuh Narti ke kasur tipis dengan kepalanya tetap payudara Narti, yang mengikuti gerakan Warto menidurinya.

Penis Warto yang sudah menegang maksimal sementara vagina Narti telah basah kuyup sejak sesekali tangan Warto menjamahnya, mudah bagi Warto memasukkan penisnya ke vagina Narti, hangat ia rasakan menjalar dibatang kelaminnya. Sejenak berhenti, kemudian maju dan mundur secara berirama Warto menggenjot Narti. Sementara Narti begitu menikmatinya, kain jarik menutup tubuhnya tadi sudah tak tahu entah kemana, nikmat sekali ia rasakan sodokan Warto dikelaminnya, terus…terus…terus…ahh..ahh, ia mendesah tak teratur.

Birahi yang dibangkitkan Warto melalui penis, kecupan pada bibir dan payudara serta usapan pada belakang telinga dan bisikan-bisikan mesra yang diucapkan Warto membuat Narti semakin mendekati puncak kenikmatan, ahh..ahh..ahhh..aku mau ssssaampaai..terusssss, makin tidak karuan ucapan Narti. Hingga akhirnya meledaklah birahi Narti diiringi dengan semakin maksimalnya hujaman-hujaman penis Warto yang juga akan sampai pada puncaknya.

Ahhhhhhh ….bersamaan mereka mencapai hasrat birahinya, nafas kedua memacu tak karuan sementaram keringat mengucur dari kedua tubuh mereka, Warto masih menindih tubuh Narti, ketika ia sadar bahwa ia harus segera bekerja manarik gerobak sayurnya, sementara Narti juga tersadar bahwa ia harus segera kelapak dagangnya. Akhirnya waktu menghentikan pertempuran mereka sebelum keluar dari petakan Narti, Warto masih sembat mengecup bibir dan mengusap payudara Narti. Sementara Narti terseyum sambil memegang kedua payudaranya menyuguhkan kepada Warto seakan menantang.

Sejak kejadian itu mereka, beberapa kali kembali mengulanginya setiap ada kesempatan, kadang di petakan Narti, kadang ditempat Warto, bahkan mereka pernah melakukannya di rel kerata api dilakang pasar tengan tetap berpakaian.


Jumat, 27 Februari 2026

Gaya Berhubungan Seks untuk Variasi dan Kenyamanan

 




Gaya Berhubungan Seks: Panduan untuk Variasi dan Kenyamanan

Pendahuluan

Berhubungan seks adalah bagian alami dan penting dari hubungan manusia, yang melibatkan aspek fisik, emosional, dan psikologis. Mengubah gaya atau posisi berhubungan seks dapat meningkatkan kepuasan dan keintiman. Berikut adalah beberapa gaya berhubungan seks yang umum dan tips untuk kenyamanan dan variasi.


Gaya Berhubungan Seks

Misionaris:

Deskripsi: Posisi klasik di mana pria berada di atas wanita.

Kelebihan: Kontak mata dan kedekatan emosional yang tinggi.

Berhubungan seks adalah bagian penting dari hubungan romantis yang sehat. Mencoba berbagai gaya atau posisi seks tidak hanya bisa meningkatkan kepuasan fisik, tetapi juga dapat mempererat ikatan emosional antara pasangan. Berikut ini beberapa gaya berhubungan seks yang populer dan tips untuk mencobanya dengan nyaman.


Gaya Berhubungan Seks

Misionaris

Deskripsi: Posisi klasik di mana pria berada di atas wanita.

Keunggulan: Kontak mata langsung dan kedekatan emosional. Mudah dilakukan oleh pasangan dari semua tingkat pengalaman.

Tips: Letakkan bantal di bawah pinggul wanita untuk sudut penetrasi yang lebih baik.


Doggy Style

Deskripsi: Wanita merangkak dengan pria melakukan penetrasi dari belakang.

Keunggulan: Penetrasi yang lebih dalam dan stimulasi G-spot yang efektif.

Tips: Cobalah variasi dengan menurunkan atau menaikkan posisi tubuh untuk sensasi berbeda.


Woman on Top (Cowgirl)

Deskripsi: Wanita duduk di atas pria dan mengontrol ritme serta kedalaman penetrasi.

Keunggulan: Wanita memiliki kontrol penuh dan bisa menyesuaikan kecepatan sesuai keinginannya.

Tips: Pria bisa menstimulasi klitoris untuk meningkatkan kenikmatan.


Spooning

Deskripsi: Kedua pasangan berbaring menyamping, dengan pria di belakang wanita.

Keunggulan: Nyaman dan intim, cocok untuk hubungan yang lambat dan sensual.

Tips: Pria bisa menggunakan tangan untuk menstimulasi area sensitif lain.


Reverse Cowgirl

Deskripsi: Mirip dengan cowgirl, tetapi wanita menghadap kaki pria.

Keunggulan: Penetrasi dalam dengan sudut yang berbeda untuk stimulasi G-spot.

Tips: Komunikasi adalah kunci untuk memastikan kenyamanan dan kenikmatan.

Tips untuk Menjaga Kenyamanan dan Variasi

Komunikasi Terbuka

Diskusikan preferensi dan kenyamanan masing-masing sebelum dan selama berhubungan seks.

Penggunaan Pelumas

Pelumas dapat mengurangi gesekan dan meningkatkan kenyamanan, terutama pada posisi yang intens.

Foreplay yang Cukup

Foreplay membantu meningkatkan gairah dan kenyamanan, membuat pengalaman lebih menyenangkan.

Eksplorasi Posisi

Jangan takut mencoba posisi baru untuk menemukan apa yang paling memuaskan.

Relaksasi dan Kesenangan

Pastikan untuk tetap rileks dan menikmati setiap momen, fokus pada kenikmatan bersama.


Kesimpulan

Beragam gaya berhubungan seks dapat meningkatkan kepuasan dan mempererat hubungan emosional antara pasangan. Dengan komunikasi yang baik, eksplorasi, dan perhatian terhadap kenyamanan masing-masing, pasangan dapat menciptakan pengalaman seksual yang memuaskan dan penuh variasi.

Tips: Menempatkan bantal di bawah pinggul wanita dapat meningkatkan sudut penetrasi.


Doggy Style:

Deskripsi: Wanita berada pada posisi merangkak, sementara pria melakukan penetrasi dari belakang.

Kelebihan: Penetrasi dalam dan stimulasi G-spot.

Tips: Mengubah sudut tubuh untuk variasi sensasi.


Woman on Top (Cowgirl):

Deskripsi: Wanita berada di atas pria, mengontrol ritme dan kedalaman.

Kelebihan: Wanita memiliki kontrol penuh dan dapat menyesuaikan kecepatan serta kedalaman penetrasi.

Tips: Pria dapat membantu dengan menstimulasi klitoris.


Spooning:

Deskripsi: Kedua pasangan berbaring menyamping, dengan pria di belakang wanita.

Kelebihan: Nyaman dan intim, cocok untuk hubungan yang lambat dan sensual.

Tips: Menambahkan gerakan tangan untuk stimulasi ekstra.


Reverse Cowgirl:

Deskripsi: Mirip dengan cowgirl, tetapi wanita menghadap kaki pria.

Kelebihan: Penetrasi dalam dan sudut unik untuk stimulasi G-spot.

Tips: Komunikasi penting untuk memastikan kenyamanan kedua pihak.


Tips untuk Kenyamanan dan Variasi

Komunikasi: Bicarakan dengan pasangan tentang preferensi dan kenyamanan.

Pelumasan: Gunakan pelumas untuk mengurangi gesekan dan meningkatkan kenyamanan.

Foreplay: Jangan lupa untuk memulai dengan foreplay yang cukup untuk meningkatkan gairah dan kenyamanan.

Eksplorasi: Cobalah posisi baru untuk menemukan apa yang paling memuaskan bagi Anda dan pasangan.

Relaksasi: Pastikan Anda berdua dalam keadaan rileks untuk pengalaman yang lebih menyenangkan.


Kesimpulan

Variasi dalam gaya berhubungan seks dapat meningkatkan kepuasan dan keintiman dalam hubungan. Dengan komunikasi yang baik dan eksplorasi bersama, pasangan dapat menemukan posisi yang paling nyaman dan memuaskan. Berhubungan seks yang sehat melibatkan perhatian terhadap kebutuhan dan kenyamanan kedua pihak, serta terbuka untuk mencoba hal-hal baru.