“ Eh, Messa anu, eh belum tidur ya?” Mas Bagas nampak salting, setelah itu ia hendak mematikan vcd player.”
“ Iya nih Mas, gerah eh tidak harus dimatiin, nonton berdua aja ayo!” ujarku sembari menggeliat sehingga menonjolkan pepaya bangkokku.
“ Oh iya deh.” Kamipun kemudian duduk di karpet sembari menyaksikan.
Saya mengambil posisi bersila sehingga memekku mengintip keluar dengan indahnya.
“ Mas, gimana sih rasanya bersetubuh?” tanyaku seketika.
Cerita Sex Hebat“ Eh kok tau- tau nanya gitu sih?” Mas Bagas agak kaget mendengar pertanyaanku, soalnya dikala itu matanya asik mencuri pandang ke arah selakanganku. Saya terus menjadi memanaskan aksiku, terencana kakiku kubuka lebih lebar sehingga vaginaku terus menjadi nampak jelas.
“ Alaa tidak harus gitu! Saya kan sempat ngintip Mas sama Mbak Dena lagi gituan.. tidak papa kok, rahasia terpelihara!”
“ Oya? He he he yaa.. lezat sih.” Mas Bagas tersipu mendengar ledekanku.
Akupun melanjutkan,“ Mas, vaginaku sama memiliki Mbak Dena lebih indah mana?” tanyaku sembari mengangkut kaosku serta mengangkangkan kakiku lebar- lebar so memekkupun terpampang jelas,
“ Ehh bagusan punyamu.”
“ Terus kalo toketnya montokan mana?” kali ini saya mencopot kaosku sehingga buah dada serta tubuhku yang montok itu telanjang tanpa sehelai benang yang menutupi.
“ Aaanu.. lebih montok serta kencengan tetekmu!” Mas Bagas nampak melotot melihat bodiku yang sexy. Perihal itu malah membuat saya terus menjadi terangsang.
“ Saat ini giliran saya liat memiliki Mas Bagas!” Sebab telah sangat bernafsu saya menerkam Mas Bagas.
Cerita Sex Hebat Kucopoti segala pakaiannya sehingga ia bugil. Saya terpesona memandang badan bugil Mas Bagas dari dekat. Tubuhnya agak ramping tetapi sexy. penisnya telah mengacung tegar membuat jantungku berdebar kilat. Entah mengapa, kalo dahulu ngebayangin wujud burung laki- laki aja rasanya jijik tetapi nyatanya saat ini malah membuat darahku berdesir.
“ Wah gede banget! Saya isep ya Mas!” Tanpa menunggu persetujuannya saya langsung mengocok, menjilat serta mengulum batang kemaluannya yang gede serta panjang itu semacam yang saya tonton di BF.
“ Slurp Slurp Slurpmmh! Slurp Slurp Slurp mmh.” Nyatanya nikmat sekali mengisap penis. Saya jepit penisnya dengan kedua susuku setelah itu saya gosok- gosokin, hmm nikmat banget! Mas Bagas kesimpulannya tidak kokoh menahan nafsu. Didorongnya badan sintalku sampai terlentang kemudian diterkamnya saya dengan ciuman- ciuman ganasnya. Tangannya tidak tinggal diam turut bekerja meremas- remas kelapa gadingku.
“ Ahh mmh.. yesh uuh.. lezat mas” Saya betul- betul merasakan sensasi luar biasa. Sesaat setelah itu mulutnya menjilati kedua putingku sembari sesekali diisap dengan kokoh.
“ Auwh geli nikmat aah ouw!” Saya menggelinjang kegelian tetapi tanganku malah menekan- nekan kepalanya supaya lebih kokoh lagi mengisap pentilku.
Cerita Sex Hebat Sejurus setelah itu lidahnya turun ke vaginaku. Tangannya menyibakkan jembutku yang lebat itu kemudian membuka vaginaku lebar- lebar sehingga klitorisku menonjol keluar setelah itu dijilatinya dengan rakus sembari sesekali menggigit kecil ataupun dihisap dengan kokoh.
“ Yesh.. uuhh.. lezat mas.. terus!” jeritku.
“ Slurp Slurp, vaginamu gurih banget Messa mmh”.
Mas Bagas terus menjilati vaginaku hingga kesimpulannya saya tidak tahan lagi.
“ Mas.. mari.. masukin penismu.. saya tidak tahan..”
Mas Bagas kemudian mengambil posisi 1/ 2 duduk, diacungkannya penisnya dengan gagah ke arah lubang vaginaku. Saya mengangkangkan kakiku lebar- lebar siap menerima serbuan rudalnya. Pelan- pelan dimasukkannya batang rudal itu ke dalam vaginaku
“ Aauw sakit Mas pelan- pelan akh..” Meski telah basah, tetapi vaginaku masih sangat kecil sebab saya masih perawan.
Cerita Sex Hebat“ Angkatan udara(AU).. sakit” Mas Bagas nampak merem menahan nikmat, pasti saja dibanding Mbak Dena vaginaku jauh lebih menggigit. Kemudian dengan satu sentakan kokoh si rudal sukses menancapkan diri di lubang kenikmatanku hingga memegang dasarnya.
“ Angkatan udara(AU).. sakit..” Saya melonjakkan pantatku sebab kesakitan. Kurasakan darah hangat mengalir di pahaku, persetan! Telah kepalang tanggung, saya mau ngerasain nikmatnya bercinta. Sesaat setelah itu Mas Bagas memompa pantatnya maju mundur.
“ Jrebb! Jrebb! Jrubb! Crubb!”“ Aakh! Aakh! Auw!” Saya menjerit- jerit kesakitan, tetapi lambat- laun rasa nyeri itu berganti jadi nikmat yang luar biasa. vaginaku serasa dibongkar oleh tongkat kasti yang perkasa itu,
“ Ooh.. lebih keras, lebih kilat” Jerit kesakitanku berganti jadi jerit kenikmatan. Keringat kami bercucuran menaikkan semangat gelora birahi kami. Tetapi Mas Bagas malah mencabut penisnya serta tersenyum padaku. Saya jadi tidak tabah kemudian bangkit serta mendorongnya sampai telentang. Kakiku kukangkangkan pas di atas penisnya, dengan birahi yang memuncak kutancapkan batang bazooka itu ke dalam memekku.
“ Jrebb.. Ooh..” saya menjerit keenakan, kemudian dengan semangat 45 saya menaik turunkan pantatku sembari sesekali saya goyangkan pinggulku.
“ Ouwh.. lezat banget vaginamu nggigit banget sayang.. penisku serasa diperas”
“ Uggh.. yes.. uuh.. auwww.. penismu pula hebaat, memekku serasa dibor” Saya menghujamkan pantatku berulang kali dengan irama sangat kilat.
Cerita Sex Hebat Saya merasa terus menjadi melayang. Bagaikan kesetanan saya menjerit- jerit semacam kesurupan. Kesimpulannya sehabis separuh jam kami bergumul, saya merasa segala sel tubuhku berkumpul jadi satu serta serta“ Aah ingin orgasme Mas..” Saya memeluk erat- erat badan atletisnya hingga Mas Bagas merasa sesak sebab desakan susuku yang montok itu.
“ Kalian telah sayang? OK saat ini giliran saya!” Saya mencabut vaginaku kemudian Mas Bagas duduk di kursi sembari mememerkan‘ tiang listriknya’. Saya bersimpuh dihadapannya dengan lututku selaku tumpuan. Kuraih penis besar itu, kukocok dengan lembut. Kujilati dengan sangat telaten. Kian lama kian kilat sembari sesekali saya isap dengan kokoh,
“ Crupp.. slurp.. mmh..”“ Oh yes.. kocok yang kokoh sayang!” Mas Bagas mengerang- erang keenakan, tangannya meremas- remas rambutku serta kedua bola basket yang menggantung di dadaku. Saya terus menjadi bernafsu mengulum. Menjilati serta mengocok penisnya.
“ Crupp crupp slurp!”“ Ooh yes.. terus sayang yes.. saya nyaris keluar sayang!” Saya terus menjadi bergairah ngerjain penis big size itu.
Kian lama kian kilat kilat Kilat, kemudian kemudian“ Croot.. croot..” Penisnya menyemburkan mani banyak sekali sehingga membasahi rambut wajah, tetek serta nyaris segala tubuhku. Saya usap serta saya jilati seluruh maninya hingga licin tidak tersisa, kemudian saya isap penisnya dengan kokoh biar sisa maninya bisa kurasakan serta kutelan. Kesimpulannya kami berdua tergeletak lemas diatas karpet dengan badan bugil bersimbah keringat. Malam itu kami mengulanginya sampai 4 kali serta setelah itu tidur berpelukan dengan badan telanjang. Sangat pengalaman yang sangat mengesankan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar